KALIWATES, Radar Jember – Tim Jember Marching Band (JMB) tengah bersiap menghadapi ajang kejuaraan Jakarta Drum Corps International (JDCI) 2025.
Kompetisi nasional bergengsi itu akan digelar pada 19–21 Desember mendatang di Jakarta International Velodrome. Event ini dikenal sebagai ajang yang mempertemukan tim-tim marching band terbaik dari berbagai daerah.
Manager JMB, Rizki Setyobudi, mengatakan, persiapan tim sudah berjalan intens sejak selesainya gelaran International Jember Marching Carnival (IJMC).
Tim sempat rehat sejenak sebelum kembali menjalani latihan reguler dan mengikuti sejumlah ajang seperti Kejurprov Marching Band dan JIMC sebagai bagian dari pemanasan. Setelah itu barulah mereka masuk pada fase latihan intens menuju JDCI.
“Persiapan sudah intens lebih dari satu bulan setelah IJMC,” kata Rizki.
Pada ajang JDCI kali ini, JMB hanya mengikuti kategori drumbattle.
Menurut Rizki, keputusan itu diambil setelah tim menerima undangan resmi dari pusat dan merasa perlu berpartisipasi untuk saling mendukung antartim marching band.
JMB memberangkatkan total 19 atlet dan enam ofisial, termasuk jajaran pelatih dan manajerial.
Mereka juga telah melakukan beragam latihan bersama pelatih.
Mulai dari perkusi bersama Galih Cahyo Wibowo, drill atau baris berbaris bersama pelatih Adhika, dan latihan visual bersama Ikhlasul.
Menjelang keberangkatan, JMB kini menjalani tahap akhir persiapan dengan mendatangkan konsultan asal Thailand, Anusorn Pornneramith.
Latihan bersama konsultan itu dimulai sejak Sabtu lalu dan akan berlanjut hingga empat hari sebelum tim berangkat pada 17 Desember malam.
“Memang masih ada satu tahap latihan penting bersama konsultan untuk menyelaraskan dan memantapkan hasil latihan. Setelah itu, rencananya tim dilepas secara resmi oleh Bupati Jember serta ketua IDCA Jember,” jelasnya.
Meskipun waktu latihan intens terbilang singkat, soliditas para personel JMB bukan hal yang baru.
Tim yang diberangkatkan ini merupakan skuad yang sama ketika meraih medali emas di ajang internasional Malaysia World Band Competition (MWBC) pada September lalu.
Kekompakan itu membuat koordinasi semakin mudah dan efisien menjelang kompetisi.
“Tim sudah terbentuk sejak MWBC, harapannya bisa meraih hasil maksimal nantinya,” pungkas Rizki. (kin)
Editor : M. Ainul Budi