LAS VEGAS, Radar Jember - Malam di T-Mobile Arena pada Sabtu (6/12/2025) mendapati puncak drama di kelas bantam ketika Petr Yan merebut kembali sabuk juara dengan kemenangan mutlak atas Merab Dvalishvili melalui keputusan unanim (49–46, 49–46, 48–47).
Pertarungan — yang menjadi rematch dari duel mereka pada Maret 2023 — menunjukkan bahwa kali ini Yan membawa versi berbeda dari dirinya.
Yaitu,ebih tajam dalam striking, agresif dalam body attacks, serta sangat solid dalam pertahanan terhadap takedown.
Pada ronde pertama, Dvalishvili tampak agresif dengan beberapa upaya single leg, namun Yan mampu mempertahankan dirinya, mempertahankan jarak dengan jab, dan mencuri keunggulan melalui counter strike.
Memasuki ronde kedua, Dvalishvili kembali berupaya membawa pertarungan ke ground, tetapi Yan menunjukkan stabilitas yang tinggi dan berhasil mempertahankan posisi dan sesekali melepaskan pukulan jab serta hook kanan yang efektif.
Ronde ketiga sempat memberi asa bagi Dvalishvili. Ia berhasil mengunci tekanan, bahkan sempat menjatuhkan Yan dalam sebuah slam besar.
Namun Yan bangkit kembali, mengandalkan teknik sprawl dan counter strike untuk menahan tekanan.
Memasuki ronde keempat dan kelima, Yan mulai mendominasi.
Tendangan tubuh, hook, dan jab-low kick terus dilancarkan membuat Dvalishvili kelelahan dan sulit menemukan momentum ofensif.
Dvalishvili memang sempat mencoba takedown dan serangan guillotine, tapi Yan selalu berhasil lepas dan mempertahankan kendali.
Pada detik-detik akhir ronde kelima, Yan bahkan mencetak takedown untuk memastikan keunggulan akhir di kartu skor.
Tak ada KO, tak ada submission hanya superioritas teknis dan kontrol dari Yan yang memenangi pertarungan.
Setelah laga usai, Yan tampak emosional dan bersyukur. Ia menyatakan bahwa kemenangan ini adalah buah kerja keras dan persiapan panjangnya.
Sementara Dvalishvili, walau kecewa, tetap menunjukkan sportivitas: mengakui bahwa malam ini bukan miliknya dan menerima kekalahan dengan kepala tegak.
Dengan hasil ini, Yan kini kembali mengangkat sabuk juara kelas bantam UFC; sedangkan Dvalishvili gagal mewujudkan impian menjadi juara pertama yang mampu mempertahankan gelar empat kali dalam satu tahun kalender. (faq)
Editor : M. Ainul Budi