Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dan ‘The Hangman’ Hooker: Veteran Tangguh dari Selandia Baru yang Tak Pernah Mundur

Faqih Humaini • Rabu, 26 November 2025 | 11:50 WIB
WALKSTREET: Dan Hooker saat bersantai usai berlatih (ig:DanHooker)
WALKSTREET: Dan Hooker saat bersantai usai berlatih (ig:DanHooker)

QATAR, Radar Jember - Dan Hooker, atau yang dikenal dengan julukan “The Hangman”, adalah salah satu wajah paling familiar di divisi ringan UFC.

Lahir pada 13 Februari 1990, Hooker membawa karakter khas petarung Kiwi, agresif, berani, dan tak pernah gentar menghadapi lawan mana pun.

Kiprahnya di UFC tidak hanya mencerminkan perjalanan seorang atlet, tetapi juga perjuangan seorang seniman bela diri yang terus bertahan dalam persaingan paling keras di dunia MMA.

Hooker memulai perjalanan MMA profesional pada 2009, jauh sebelum dirinya dikenal di panggung global.

Ia bertarung dari arena kecil di Selandia Baru hingga akhirnya mendapatkan kontrak UFC pada 2014.

Proses panjang itu membentuknya menjadi petarung keras kepala yang belajar dari pengalaman pahit maupun manis sepanjang karirnya.

Dengan tinggi 183 sentimeter dan jangkauan 75 inci, Hooker memiliki postur ideal untuk duel jarak menengah.

Ia dikenal mampu bertarung dengan stance berganti (switch stance) yang membuat lawan kesulitan membaca ritme serangannya.

Tendangan panjang, jab bertenaga, dan kemampuan memanfaatkan ruang membuatnya salah satu striker berbahaya di divisi ringan.

Hooker mencatatkan sejumlah kemenangan besar, salah satunya ketika menjatuhkan Gilbert Burns dengan KO eksplosif di UFC 226.

Kemenangan itu dianggap sebagai salah satu penampilan terbaik dalam kariernya, memperlihatkan bahwa Hooker memiliki kekuatan finishing yang tidak dapat diremehkan.

Selama kariernya, Hooker telah mengoleksi 12 kemenangan di ronde pertama dan 18 penyelesaian total.

Data tersebut menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar petarung bertahan lama, tetapi seorang eksekutor yang selalu mencari peluang mengakhiri duel sebelum waktu habis.

Julukan “The Hangman” berasal dari kegemarannya menuntaskan pertarungan dengan teknik choke yang rapi.

Namun perjalanan Hooker tidak selalu mulus. Ia beberapa kali mengalami cedera serius, termasuk cedera tangan yang memaksanya menjalani operasi dan melewatkan sejumlah pertandingan.

Meski begitu, Hooker selalu menunjukkan semangat yang sama: kembali ke latihan, bangkit, dan menantang siapa pun yang bersedia bertarung.

Ketika menghadapi Arman Tsarukyan di UFC Qatar, Hooker datang dengan tekad kuat meski harus menghadapi salah satu petarung muda paling teknis di divisinya.

Hooker menampilkan beberapa momen agresif, termasuk percobaan guillotine choke yang sempat membuat arena bergemuruh.

Namun dominasi grappling Tsarukyan pada akhirnya menutup peluang Hooker untuk mengembangkan permainan stand-up yang menjadi andalannya.

Kekalahan melalui arm-triangle choke di ronde kedua tentu menjadi pukulan mental, namun publik tahu bahwa Hooker adalah tipe petarung yang tidak pernah jatuh terlalu lama.

Berkali-kali ia bangkit dari kekalahan besar dan kembali mencatatkan kemenangan gemilang, sebuah karakter yang jarang dimiliki petarung modern.

Kini, meskipun berada di fase transisi karier, Hooker tetap dianggap sebagai ujian berat bagi siapa pun di divisi ringan.

Pengalamannya menghadapi hampir semua nama besar, ketangguhan fisik, serta gaya bertarung penuh determinasi menjadikan ia salah satu sosok yang dihormati baik oleh lawan maupun penggemar.

Nama Hooker mungkin tidak selalu berada di puncak ranking, namun kekuatannya sebagai seorang legenda modern UFC tak dapat dipungkiri. (faq)

 

Editor : M. Ainul Budi
#UFC 2025 #Dan Hooker #Arman Tsarukyan