NEW YORK, Radar Jember - Islam Makhachev mengawali pertarungan dengan agresi tinggi dari menit pertama.
Begitu bel berbunyi, ia langsung melancarkan leg kick keras ke betis Jack Della Maddalena (JDM) untuk melemahkan mobilitas lawan.
Strategi itu tampak sangat efektif karena JDM kesulitan menjaga jarak.
Tidak menunggu lama, Makhachev membawa duel ke lantai melalui takedown mulus.
Begitu berada di posisi atas, dia langsung menguasai dengan ground and pound yang konsisten, memberikan tekanan mental dan fisik pada JDM.
Pada ronde kedua, variasi serangan Makhachev semakin terlihat.
Dia melakukan perubahan tempo — dari tendangan ke clinch, dari clinch ke takedown — sehingga sangat sulit bagi JDM untuk menemukan momen menyerang.
Meskipun JDM sempat mengambil inisiatif menyerang di ronde ketiga dengan pukulan kombinasi, Makhachev tetap tenang.
Dia memilih kembali ke strategi grappling dan membawa lawan ke bawah, memaksakan pertempuran di area yang sangat menguntungkan baginya.
Di ronde keempat, Makhachev semakin mendominasi posisi.
Dia mengunci ruang gerak JDM, mencoba kuncian kuncian (submission), dan terus menekan dengan kontrol atas yang stabil. JDM berulang kali mencoba bangkit, namun selalu dipulangkan ke lantai.
Memasuki ronde terakhir, Makhachev tampak sangat percaya diri.
Ia menjatuhkan JDM lagi dan mempertahankan posisi atas dengan sangat disiplin hingga bel tanda akhir berbunyi.
Strategi kontrolnya sempurna, tanpa membuka celah untuk serangan balik besar dari JDM.
Statistik pertandingan mencerminkan dominasi Makhachev: dia mampu mengendalikan mayoritas waktu pertarungan dari posisi atas, sementara serangan JDM hanya sesekali mendarat.
Ketiga juri memberikan nilai yang identik kepada Makhachev, 50-45 untuk semua kartu, menegaskan kemenangan mutlak dalam lima ronde.
Kemenangan ini bukan hanya soal gelar; bagi Makhachev, ini adalah pembuktian bahwa dia bisa mendominasi divisi baru dengan gaya khas grappling-nya.
Sementara itu, JDM tampak lelah dan frustrasi di akhir pertarungan.
Meski beberapa kali mencoba bangkit, tekanan dan kontrol Makhachev terlalu sulit untuk diatasi.
Hasilnya, dia harus melepaskan sabuk juara welter. (faq)
Editor : M. Ainul Budi