NEW YORK, Radar Jember - Islam Makhachev, mantan juara ringan UFC, kini mengambil langkah besar dengan naik ke divisi welter untuk menantang Jack Della Maddalena di UFC 322, 15 November 2025 di Madison Square Garden.
Langkah ini bukan sekadar pergantian bobot; Makhachev meninggalkan gelar ringan yang ia pertahankan, karena menurutnya berat badan dan pemulihan setelah pemotongan berat badan membuat performanya hanya “60-70 %” pada malam pertandingan.
Dengan naik ke 170 lbs (welter), Makhachev berharap kondisi fisik, daya tahan, dan kecepatan pemulihannya membaik — faktor yang bisa jadi pembeda dalam pertarungan melawan JDM yang memiliki gaya berbeda.
Namun tantangan perubahan kelas berat bukan ringan: JDM adalah juara welter saat ini, dengan kelebihan adaptasi di kelas tersebut dan momentum kemenangan.
Makhachev harus membuktikan bahwa gaya dagestani nya — gulat, kontrol grappling — bisa diterapkan di kelas yang lebih besar dan kuat.
Baca Juga: Dana White dan Nilai Bisnis Bernilai Miliar Dollar
“Kini saya merasa lebih baik, tak harus lagi memotong berat ekstrem,” ujar Makhachev dalam wawancara.
JDM sendiri tak sembarangan: dengan rekor impresif dan sebagai juara welter, ia tahu bahwa menghadapi mantan juara ringan yang ingin cepat jadi dua-divisi juara adalah skenario berbahaya – tetapi juga peluang besar untuk mempertahankan statusnya.
Baca Juga: Dana White: Dari Manajer Petarung ke Raja Oktagon Dunia
Untuk penggemar dan analis MMA, pertarungan ini menjadi ujian seberapa bisa “penguasa ringan” sukses di welter — dan apakah Makhachev akan benar-benar jadi juara dua divisi ataukah tantangan ini menjadi batu sandungan.
Seandainya Makhachev menang, ia akan masuk sejarah sebagai pria yang menaklukkan dua kelas berat utama di UFC. Tapi kalau kalah — bisa jadi menunjukkan batasan adaptasi antar-kelas di MMA modern. (faq)