Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dampak besar untuk divisi welter dan warisan Makhachev

Faqih Humaini • Rabu, 12 November 2025 | 22:09 WIB
BERSEMANGAT:Islam Makhkachev saat berlatih boxing di camp dubai (ig:islammakhachev
BERSEMANGAT:Islam Makhkachev saat berlatih boxing di camp dubai (ig:islammakhachev

NEW YORK, Radar Jember – Pertarungan antara Islam Makhachev dan Jack Della Maddalena dalam UFC 322 tidak hanya berimplikasi pada gelar, tapi juga memiliki makna besar bagi divisi welter dan legacy masing-masing petarung.

Makhachev, sebagai mantan juara ringan yang dominan, kini ingin memperkuat warisannya dengan menjadi juara dua divisi.

Keputusan ini menciptakan tekanan ekstra: kalau ia gagal, keputusannya pindah kelas bisa dipandang sebagai kesalahan strategis.

Artikel mendapati bahwa pemotongan berat badan membuatnya hanya “60-70%” siap di beberapa pertandingan terakhir, maka naik kelas adalah langkah logis untuk memperpanjang karirnya. 

Bagi JDM, mempertahankan gelar welter adalah momen pembuktian: selama ini ia naik pangkat, kini ia diuji oleh nama besar dan gaya berbeda.

Kemenangan akan mengukuhkan statusnya sebagai juara welter yang sah dan dominan.

Dari sisi divisi welter, jika Makhachev menang, bisa jadi ia akan membuka jalur baru—mungkin aset besar bagi UFC untuk mempromosikan “pertarungan dua divisi” lebih sering.

Sementara jika JDM menang, maka divisi welter tetap dengan gaya yang ia bawa—kelincahan tinju, agresi, dan finishing.

Ada juga implikasi komersial: pertarungan di Madison Square Garden membawa spotlight internasional, dan warisan yang dibangun Makhachev (yang berada di bayang-bayang legendaris seperti Khabib Nurmagomedov) bisa melesat ke jenjang global.

Namun, transisi naik kelas membawa bahaya: penurunan performa tak hanya karena fisik, tapi juga adaptasi teknik.

Banyak petinju/petarung MMA yang gagal saat naik kelas karena pukulan lebih keras, grappling lebih kuat, stamina berbeda.

Pengamat sudah mencatat hal ini sebagai risiko utama.

Lagi pula, jikalau Makhachev kalah, tidak hanya gelar yang hilang: reputasi “tak terkalahkan” bisa ternodai, bahkan warisannya bisa dipertanyakan.

Bagi JDM, justru ini kesempatan untuk menjadi salah satu nama besar era baru welter.

Dengan semua ini, UFC 322 menjadi salah satu peristiwa kunci tahun 2025 untuk MMA — bukan hanya siapa yang menang, tapi bagaimana kemenangan/kerugian akan membentuk masa depan dan narasi divisi welter. (faq)

Editor : M. Ainul Budi
#Islam Makhachev juara ufc 280 #Islam Makhachev #ufc