radar jember - Ultimate Fighting Championship (UFC) kini bukan sekadar ajang pertarungan di dalam oktagon, tetapi juga simbol bisnis hiburan global.
Di balik kemegahannya, struktur kepemilikan organisasi ini mengalami perjalanan panjang dari tangan pengusaha lokal hingga menjadi bagian dari korporasi raksasa dunia.
UFC pertama kali berdiri pada 1993 dengan konsep yang menantang: mempertemukan berbagai disiplin bela diri dalam satu arena.
Namun, baru pada 2001 organisasi ini bangkit dari keterpurukan ketika Zuffa LLC milik Lorenzo dan Frank Fertitta, bersama Dana White sebagai presiden, mengambil alih kendali.
Kepemimpinan trio tersebut berhasil mengubah wajah UFC.
Mereka memperkenalkan regulasi baru, menghapus citra brutal, dan membawa MMA ke ranah profesional.
Di bawah kendali mereka, UFC mulai menembus pasar televisi, pay-per-view, hingga mencetak bintang-bintang besar seperti Chuck Liddell dan Anderson Silva.
Setelah lebih dari satu dekade berkembang pesat, pada Juli 2016, Zuffa menjual UFC kepada konsorsium yang dipimpin oleh agensi besar Hollywood, WME-IMG (kini dikenal sebagai Endeavor Group Holdings), dengan nilai mencapai 4 miliar dolar AS.
Transaksi tersebut menjadi salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah olahraga.
Endeavor kemudian memperluas kepemilikannya hingga 100 persen pada 2021, menandai perubahan besar dalam manajemen dan arah bisnis UFC.
Pada 2023, organisasi ini resmi bergabung dengan WWE dalam satu entitas bernama TKO Group Holdings, di mana Endeavor menjadi pemegang saham mayoritas.
Meski kepemilikan telah berganti, sosok Dana White tetap menjadi figur sentral yang menjaga identitas UFC.
Ia mempertahankan posisi presiden dan terus menjadi wajah utama promosi pertarungan, memperlihatkan betapa besarnya kepercayaan investor terhadap kepemimpinannya.
Transformasi UFC dari promotor kecil menjadi kekuatan global menunjukkan sinergi antara dunia olahraga, hiburan, dan bisnis.
Struktur baru ini membawa UFC ke era modern di mana setiap pertarungan tidak hanya menjadi tontonan olahraga, tetapi juga strategi bisnis berkelas dunia.
Kini, UFC berdiri sebagai contoh bagaimana olahraga bisa tumbuh lewat strategi manajemen modern dan investasi besar.
Di balik setiap pertarungan, ada kekuatan korporasi dan visi panjang yang menjadikannya lebih dari sekadar olahraga – tetapi fenomena budaya global. (Faq)
Editor : M. Ainul Budi