LAS VEGAS, Radar Jember — Menjelang duel perebutan sabuk kelas welter UFC 322, petarung top divisi yang sama, Belal Muhammad, memberikan pandangan tajam tentang peluang Islam Makhachev melawan Jack Della Maddalena (JDM).
Menurutnya, Makhachev memiliki satu senjata mematikan yang bisa memastikan kemenangan cepat: gulat.
“Berdasarkan gaya duel, saya pikir pertarungan ini akan mudah untuk Makhachev jika berlangsung di bawah,” ujar Belal Muhammad.
Ia menilai kemampuan ground control Makhachev sulit ditandingi oleh siapa pun di UFC saat ini.
Belal menyoroti kelemahan JDM dalam pertarungan bawah.
Meski memiliki pukulan keras, petarung asal Australia itu dinilai masih rawan jika terjebak dalam situasi scramble atau perebutan kendali di bawah.
“Della Maddalena punya striking luar biasa, tapi dia masih banyak melakukan kesalahan saat duel gulat,” tambah Belal.
“Islam sangat piawai memanfaatkan momen scrambling. Dari sana, dia bisa mengunci leher atau melakukan arm triangle dengan cepat.”
Meski begitu, Belal tak menutup mata terhadap keunggulan JDM di area pukulan.
Ia mengingatkan bahwa Makhachev harus mampu menjinakkan kekuatan striking lawan sebelum membawa pertarungan ke bawah.
“Islam harus berhati-hati di ronde awal. Sekali dia masuk terlalu cepat tanpa jarak yang aman, Della bisa menyambutnya dengan hook kanan,” kata Belal.
Menurut Belal, keseimbangan antara disiplin bertahan dan penguasaan takedown akan menentukan arah pertarungan.
“Makhachev tahu kapan harus menunggu dan kapan harus menyerang. Jika dia bisa memaksa duel ke bawah, pertarungan akan cepat selesai,” ujarnya lagi.
Duel ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua juara lintas divisi dengan gaya yang sangat berbeda: Makhachev si pengendali grappling dan Della Maddalena sang petinju agresif.
“Begitu duel turun ke bawah,” simpul Belal, “pemenangnya sudah bisa ditebak. Islam akan mendominasi.” (faq)
Editor : M. Ainul Budi