LAS VEGAS, Radar Jember — Juara kelas ringan UFC, Islam Makhachev, terus mematangkan persiapan jelang duel akbar melawan Jack Della Maddalena (JDM) dalam perebutan sabuk kelas welter di UFC 322. Pertarungan yang dijadwalkan pada 16 November 2025 di Madison Square Garden itu disebut menjadi ujian terberat Makhachev sepanjang kariernya.
Petarung asal Dagestan tersebut diketahui telah berlatih intensif di kamp AKA (American Kickboxing Academy), San Jose, di bawah arahan pelatih legendaris Javier Mendez.
Latihan difokuskan pada penguatan fisik, teknik gulat, serta penyesuaian kecepatan untuk menghadapi lawan yang lebih besar.
“Kami menyiapkan Islam agar tetap gesit meski melawan petarung welter. Fokus kami pada transisi cepat dari striking ke grappling,” ujar Mendez, dikutip dari Sportskeeda.
Makhachev yang selama ini mendominasi lawan di divisi ringan, mengaku tertantang untuk menambah sabuk juara di kelas berbeda.
Ia menyebut duel melawan Della Maddalena bukan sekadar perebutan gelar, melainkan pembuktian kemampuan totalnya sebagai petarung.
“Ini langkah besar dalam karier saya. Saya ingin menunjukkan bahwa petarung Dagestan bisa menguasai lebih dari satu divisi,” kata Makhachev saat sesi latihan terbuka di Las Vegas.
Dalam beberapa pekan terakhir, Makhachev terlihat memperbanyak latihan grappling dan clinch control, dua area yang menjadi keunggulannya.
Ia juga rutin berlatih sparing dengan rekan setim yang memiliki gaya serangan mirip Della Maddalena.
Kubu Makhachev menilai Della Maddalena memiliki kekuatan striking berbahaya, tetapi lemah dalam pertarungan bawah.
Karena itu, strategi utama sang juara adalah membawa pertarungan ke ground secepat mungkin.
“JDM punya tangan berat, tapi Islam akan menjatuhkannya begitu mendapat celah,” kata Mendez.
“Kami percaya, sekali duel turun ke bawah, Makhachev akan menguasai situasi sepenuhnya.”
Pertarungan ini juga menjadi langkah bersejarah, karena Makhachev berpotensi menjadi petarung kedua asal Dagestan setelah Khabib Nurmagomedov yang berhasil merebut sabuk di panggung utama UFC. (faq)
Editor : M. Ainul Budi