LAS VEGAS, Radar Jember - Di tengah dominasi petarung asal Dagestan dalam beberapa tahun terakhir, Mario Bautista datang membawa semangat berbeda.
Petarung asal Arizona, Amerika Serikat, ini siap membuktikan bahwa kerja keras dan disiplin bisa menandingi reputasi besar lawan-lawannya.
Ia akan berhadapan dengan Umar Nurmagomedov di ajang UFC 321 akhir pekan ini.
Bautista bukan nama baru di dunia MMA. Sejak debutnya di UFC pada 2019, ia dikenal sebagai petarung yang gigih dan terus berkembang.
Meski awal kariernya sempat tersandung oleh kekalahan dari Cory Sandhagen, ia bangkit dengan serangkaian kemenangan impresif yang membawanya masuk jajaran petarung papan tengah divisi bantam.
Saat ini, Bautista memiliki rekor 16 kemenangan dan dua kekalahan.
Dari jumlah itu, enam kemenangan ia raih lewat submission, tiga melalui TKO, dan sisanya lewat keputusan juri.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Bautista memiliki gaya bertarung yang seimbang antara kemampuan striking dan grappling.
Dalam dua tahun terakhir, performanya meningkat signifikan.
Ia mencatat kemenangan beruntun atas lawan-lawan tangguh seperti Brian Kelleher dan Benito Lopez — keduanya ia kalahkan dengan submission di ronde pertama.
Keberhasilan ini membuatnya mulai diperhitungkan sebagai salah satu prospek serius di kelas bantamweight.
Menjelang duel kontra Umar Nurmagomedov, Bautista menyadari tantangan besar di depan mata.
“Saya tahu dia petarung hebat, tapi saya datang untuk menang. Semua orang punya kelemahan, dan saya akan mencarinya di dalam oktagon,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Bautista dikenal memiliki disiplin tinggi dalam persiapan fisik.
Dalam berbagai wawancara, ia menekankan pentingnya menjaga kebugaran dan mentalitas positif jelang pertarungan.
“Saya bukan hanya bertarung melawan lawan, tapi juga melawan rasa takut dan ego sendiri. Itulah seni sebenarnya dari MMA,” katanya.
Dengan gaya bertarung agresif namun terukur, Bautista diyakini bisa memberi tekanan kepada Nurmagomedov sejak awal ronde.
Ia juga berencana untuk memanfaatkan keunggulan jangkauan dan kecepatan kombinasi pukulan sebagai senjata utama.
Walau lawannya lebih difavoritkan, Bautista menilai posisi underdog justru menguntungkan.
“Saya tidak punya beban. Semua orang berpikir saya akan kalah — dan itu motivasi besar untuk membuktikan sebaliknya,” ungkapnya.
Pelatihnya menyebut bahwa Bautista kini berada dalam kondisi terbaik sepanjang kariernya.
Ia telah berlatih keras memperkuat pertahanan grappling untuk mengantisipasi serangan khas Dagestan dari Umar. “Kami tahu apa yang akan dia lakukan, dan kami sudah punya jawabannya,” kata sang pelatih.
Jika Bautista berhasil menumbangkan Nurmagomedov, jalannya menuju lima besar peringkat bantamweight akan terbuka lebar.
Bagi petarung 31 tahun itu, UFC 321 bukan hanya kesempatan untuk menang, tetapi juga momen untuk menunjukkan bahwa tekad bisa menembus dominasi siapa pun — bahkan dari keluarga Nurmagomedov sekalipun. (faq)
Editor : M. Ainul Budi