JEMBER, Radar Jember - Universitas Muhammadiyah (UM) Jember melalui tim dosen dari Program Studi Pendidikan Jasmani dan Keperawatan, menginisiasi kegiatan Fourfeo sepak bola usia lanjut sekaligus pelatihan pencegahan dan penanganan cedera olahraga.
Kegiatan yang berlangsung sejak awal Agustus ini diikuti oleh empat komunitas sepak bola senior di Jember.
Ketua Pengabdian, Ahmad Sulaiman, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana edukasi bagi para pemain senior agar tetap bugar dan aman dalam berolahraga.
“Cedera olahraga pada usia lanjut berisiko tinggi, sehingga kami ingin memastikan mereka tidak hanya menikmati pertandingan, tapi juga memahami cara mencegah dan menangani cedera,” ujarnya.
Pelatihan dilaksanakan di ruang diskusi lantai 4 Fakultas Ilmu Kesehatan UM Jember, Sabtu (2/8/2025), dengan menghadirkan tiga narasumber.
Ahmad Sulaiman sendiri membawakan materi tentang pencegahan dan penanganan cedera jaringan lunak, sementara dua dosen lainnya memaparkan teknik penanganan cedera jaringan keras dan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Sebanyak 39 peserta berusia 40 hingga 65 tahun antusias mengikuti materi tersebut.
Selain pelatihan di dalam kelas, kegiatan juga dilengkapi dengan penyelenggaraan pertandingan Fourfeo yang berlangsung setiap Minggu sore di lapangan sepak bola UM Jember mulai 3 hingga 17 Agustus 2025.
Empat klub senior yang terlibat adalah Punggawa B3 FC, Asero FC, Remasok FC, dan X_Unmuh Jember.
Menurut Sulaiman, pertandingan ini dirancang agar para pemain senior tetap aktif bergerak dengan pola permainan yang terukur.
“Kami menekankan pada semangat kebersamaan dan kesehatan. Karena usia rata-rata pemain di atas 40 tahun, rotasi pemain sangat sering dilakukan untuk mencegah kelelahan,” jelasnya.
Selama jalannya Fourfeo, tim pengabdian juga melakukan pendampingan langsung dengan memberikan penanganan darurat saat ada pemain yang mengalami keluhan fisik.
Dengan cara ini, para pemain tidak hanya merasakan manfaat olahraga, tetapi juga belajar teknik penanganan cedera secara praktis.
Hasilnya, turnamen berjalan lancar dengan klasemen akhir: Asero FC keluar sebagai juara, diikuti Remasok FC, Punggawa B3 FC, dan X_Unmuh Jember.
Ahmad Sulaiman menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut dan menjadi contoh bagi komunitas olahraga lain, bahwa menjaga kebugaran di usia lanjut bisa dilakukan dengan cara yang aman, terarah, dan bermanfaat,” pungkasnya. (faq)
Editor : M. Ainul Budi