Radar Jember - MotoGP Austria di Red Bull Ring bukan sekadar balapan biasa bagi Marc Marquez.
Sirkuit di Spielberg ini menjadi salah satu dari sedikit trek di kalender MotoGP yang belum pernah ia taklukkan.
Bagi pembalap Spanyol itu, kemenangan di Austria ada di daftar teratas target pribadinya musim ini.
Memasuki jeda musim panas, Marquez berada di posisi yang nyaris tak tergoyahkan.
Setelah meraih kemenangan ganda di Brno, ia terang-terangan mengakui keunggulannya.
“Saya tak akan bohong, setelah akhir pekan ini, kejuaraan ini hanya bisa saya kalahkan sendiri,” katanya, dikutip Radar Jember dari laman Speedweek.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan.
Marquez kini unggul 120 poin dari adiknya, Alex Marquez, dan 168 poin dari Francesco Bagnaia.
Dengan jarak sebesar itu, jalan menuju gelar dunia kesembilan terasa seperti “jalan tol tanpa hambatan”.
Namun, ia menegaskan tetap harus menjaga fokus, karena kesalahan kecil di musim ini justru lahir saat ia terlalu santai.
Sirkuit-Sirkuit ‘Perawan’ bagi Marquez
Motivasi tambahan Marquez musim ini adalah menaklukkan trek yang belum pernah ia menangi.
Dari empat sirkuit itu—Red Bull Ring, Mandalika (Lombok), Portimao, dan Balaton Park (debut tahun ini)—semuanya masih asing baginya dalam hal berdiri di podium tertinggi.
Statistik ini cukup mengejutkan, mengingat Marquez telah meraih kemenangan di 21 sirkuit berbeda selama kariernya di MotoGP.
Dominasi terbesarnya ada di Sachsenring, di mana ia menang 12 kali dari 14 balapan yang diikuti.
Disusul Aragon, Misano, dan Circuit of the Americas di Austin.
Di sisi lain, beberapa trek justru menjadi tantangan tersendiri.
Silverstone hanya memberinya 2 kemenangan dari 14 balapan.
Sedangkan Thailand, Catalunya, dan Valencia masing-masing 3 kemenangan meski ia sudah lebih dari selusin kali tampil di sana.
Perlu dicatat, sebagian besar hasil tersebut diraih saat ia mengendarai motor yang kalah kompetitif dibanding rival—situasi yang jelas berbeda dengan kondisi sekarang.
Kutukan Red Bull Ring
Marquez sudah tujuh kali balapan di Red Bull Ring, dengan hasil terbaik tiga kali finis kedua.
Duel sengitnya melawan Andrea Dovizioso hingga tikungan terakhir masih diingat banyak orang.
Dan, semuanya berakhir dengan kekalahan.
Ironisnya, kini ia justru menunggangi Ducati, motor yang dulu merampas kemenangan darinya.
Catatan menarik lainnya, sirkuit yang paling lama ia taklukkan adalah Jerez, baru menang setelah 16 kali mencoba.
Sedangkan trek yang sudah tidak ada di kalender dan tak pernah ia menangi antara lain Shanghai, Donington Park, dan Buddh (India).
Editor : Imron Hidayatullahh