Radar Jember - Brembo merilis data mengejutkan menjelang MotoGP Austria 2025.
Para pembalap dipaksa mengerem selama 33 persen jarak satu putaran di Red Bull Ring.
Menghadapi gaya deselerasi puncak 1,5G dan total tekanan kumulatif mencapai 1,1 ton pada tuas rem depan sepanjang balapan.
Sirkuit sepanjang 4,348 kilometer dengan 11 tikungan ini memiliki lima zona pengereman berat dan tiga zona pengereman sedang.
Berdasarkan analisis Brembo, pemasok sistem rem untuk seluruh tim MotoGP, pembalap menginjak rem selama hampir 29 detik per lap, atau sepertiga dari total waktu balapan.
Pada balapan utama berdurasi 28 lap, beban tekanan yang terkumpul pada tuas rem depan mencapai 1,1 ton.
Tantangan terbesar ada di Turn 4, di mana pembalap melambat dari 301 km/jam menjadi 81 km/jam hanya dalam 5,2 detik di jarak 246 meter.
Pada momen itu, pembalap menekan tuas rem dengan beban 5,3 kilogram, tekanan fluida rem mencapai 11,3 bar, dan cakram karbon memanas hingga sekitar 630 derajat Celsius.
Tak heran, penggunaan cakram rem depan terbesar berdiameter 355 mm menjadi wajib di Austria.
Baca Juga: MotoGP 2025: Dominasi Marc Marquez Buka Jalan Salip Rekor Valentino Rossi dan Agostini
Dominasi Ducati dan Peran Dovizioso
Sejak kembali ke kalender MotoGP pada 2016, Ducati meraih 11 kemenangan dari 13 balapan (termasuk sprint race) di Red Bull Ring.
Andrea Dovizioso menyumbang tiga kemenangan, termasuk yang terakhir pada 2020.
Menjadi kemenangan terakhirnya di MotoGP sebelum pensiun usai Misano 2022.
Dovizioso juga meninggalkan warisan teknis penting: reintroduksi rem jempol belakang (Brembo rear thumb brake).
Inovasi ini membantunya di tikungan kanan, ketika sudut kemiringan ekstrem membuat sulit mengoperasikan rem kaki konvensional.
Kini, semakin banyak pembalap MotoGP mengadopsinya, seiring sudut miring yang semakin ekstrem di era modern.
Editor : Imron Hidayatullahh