Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Carlo Pernat Bongkar Alasan Dall’Igna Pilih Marc Marquez, dan Mengapa Bagnaia Tetap Dapat Dukungan Ducati

Imron Hidayatullahh • Senin, 11 Agustus 2025 | 15:25 WIB
Dua pembalap MotoGP Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez (93) dan Pecco Bagnaia (63).
Dua pembalap MotoGP Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez (93) dan Pecco Bagnaia (63).

Radar Jember - Marc Marquez tampil sebagai penguasa mutlak MotoGP sejak awal musim 2025.

Dengan rival terdekatnya, sang adik, Alex Marquez, yang cedera di Assen, delapan kali juara dunia itu kini memimpin klasemen dengan selisih lebih dari seribu poin.

Sementara itu, rekan setimnya, Francesco “Pecco” Bagnaia, kesulitan menemukan performa terbaik di atas Ducati Desmosedici GP25.

Carlo Pernat, pengamat kawakan MotoGP, membahas situasi ini dalam sebuah wawancara.

Ia menyinggung bukan hanya dominasi Marc Marquez, tapi juga drama kontrak di Aprilia yang melibatkan Jorge Martín.

Serta pusingnya Yamaha dan krisis daya tarik Honda.

Menurut Pernat, di balik dominasi Marc Marquez, ada sosok lain yang patut diacungi jempol, yakni CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta.

“Dengan dua langkah kecil dan hanya 20 kata, dia berhasil menghentikan kekacauan besar yang nyaris pecah. Mulai dari tingkah Jorge Martin di Aprilia hingga manuver pembalap lain yang ingin memutus kontrak,” katanya.

Pernat menilai Yamaha juga berada di situasi rumit setelah merekrut Toprak Razgatlioglu.

Dengan lima pembalap untuk empat kursi, kemungkinan besar Alex Rins yang akan “diberi jalan keluar”.

“Rins masih menanggung dampak cedera lama yang jelas terlihat,” ujarnya, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.

Penolakan Pedro Acosta dan Jorge Martin untuk bergabung membuat Honda makin sulit menarik talenta papan atas.

Bahkan rencana memasukkan Diogo Moreira ke MotoGP 2026 dinilai berisiko.

“Buat apa terburu-buru kalau 2027 regulasi akan berubah total? Lebih baik dia setahun lagi di Moto2,” sarannya.

Soal Ducati, Bagnaia, dan Marquez

Pernat juga menanggapi komentar Alex Barros yang menilai Ducati “meninggalkan” Bagnaia demi Marquez.

“Itu keliru. Satu hal mengatakan bahwa Dall’Igna melukai Bagnaia dengan memilih Marquez, hal lain mengatakan Ducati tak lagi menganggapnya. Dall’Igna tahu cara terbaik meningkatkan GP25 adalah menaruh pembalap terbaik di atasnya—dan itu Marquez,” jelasnya.

Meski mengakui sempat mengkritik langkah itu karena mengubah tradisi Ducati yang membina juara dari internal, Pernat mengaku tak bisa membantah hasilnya.

“Melihat performa Marquez, jelas ini langkah tepat. Dan salah jika menganggap Ducati meninggalkan Pecco. Mereka selalu memberi dukungan penuh, sama seperti kesempatan kedua untuk Jack Miller, Andrea Dovizioso, dan Enea Bastianini,” pungkasnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
#dorna #Pecco Bagnaia #carmelo ezpeleta #Jorge Martin #alex rins #alex marquez #marc marquez #ducati #MotoGP