Radar Jember - Musim 2026 akan menjadi babak baru bagi Ducati di MotoGP.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pabrikan asal Borgo Panigale itu akan menurunkan enam motor identik, Desmosedici GP25, untuk seluruh pembalapnya.
Keputusan ini, dikutip Radar Jember dari laman Motosan, menandai perubahan besar dalam strategi teknis Ducati, yang selama ini membedakan spesifikasi motor sesuai status tim atau pembalap.
GP25 yang debut musim ini telah memicu perdebatan sejak pramusim, terutama jika dibandingkan dengan GP24 yang dianggap motor referensi.
Awalnya, Ducati sempat berencana menggunakan mesin 2024 untuk semua pembalap.
Namun, dalam waktu singkat, strategi itu berubah.
Marc Marquez, Pecco Bagnaia, dan Fabio Di Giannantonio mendapatkan versi mesin terbaru.
Sementara, Alex Marquez, Fermin Aldeguer, dan Franco Morbidelli memakai spesifikasi lebih konservatif.
Meski perbedaan teknisnya kecil, efeknya di lintasan terasa jelas.
Dari 12 balapan musim ini, Ducati menang 10 kali, dengan Marquez mengoleksi delapan kemenangan ganda (balapan utama dan sprint race).
Dominasi ini membuat Ducati yakin penyeragaman motor adalah langkah terbaik untuk mempertahankan keunggulan.
Langkah Strategis Menuju 2027
Keputusan ini juga didorong oleh dua faktor strategis.
Pertama, berkurangnya jumlah motor di grid dari delapan menjadi enam membuat data pengembangan berkurang.
Kedua, tidak adanya proyek GP26 membuat biaya produksi GP25 dapat dihemat dan dialihkan untuk persiapan regulasi baru MotoGP 2027, yang akan membawa perubahan teknis besar.
Keuntungan terbesar dari keputusan ini akan dirasakan Marc Marquez.
Adaptasinya terhadap GP25 terbukti mulus dan efektif, sementara Bagnaia dan Di Giannantonio masih berjuang.
Tahun depan, tidak akan ada lagi pembalap Ducati dengan motor versi lama, sehingga Marc Marquez akan makin kokoh sebagai tolok ukur performa.
Bagi pembalap seperti Alex Marquez atau Aldeguer, penyeragaman ini menjadi kesempatan emas.
Meski kontrak mereka sebelumnya tidak menjamin motor terbaru, performa mereka musim ini membuktikan layak mendapatkannya.
Musim 2026 juga akan menjadi tahun terakhir sebelum bursa kontrak besar-besaran 2027, yang bisa mengubah peta persaingan MotoGP.
Editor : Imron Hidayatullahh