Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dari Idola Jadi Musuh: Kisah Retaknya Hubungan Marc Marquez dan Valentino Rossi

Imron Hidayatullahh • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Dikenal sebagai rival sengit, Rossi dan Marc Marquez dulunya pernah harmonis sebagai idola dan fansnya.
Dikenal sebagai rival sengit, Rossi dan Marc Marquez dulunya pernah harmonis sebagai idola dan fansnya.

Radar Jember - Hubungan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi bisa dibilang sebagai salah satu transformasi paling dramatis dalam sejarah MotoGP.

Dari seorang bocah yang mengidolakan Rossi hingga menjadi rival yang berseteru panas di lintasan, perjalanan mereka adalah kisah klasik tentang kekaguman yang berubah menjadi konflik.

Awalnya Marquez hanya seorang fans.

Sebagai anak-anak, Marc Marquez memiliki poster Rossi di dinding kamarnya.

Ia bahkan pernah difoto bersama idolanya dan mendapatkan tanda tangan miniatur motor dari sang juara dunia sembilan kali itu.

Namun, seiring perjalanan kariernya di Moto3 dan Moto2, ambisi Marquez untuk mengalahkan idolanya semakin nyata.

Pada musim debutnya di MotoGP, 2013, Marquez langsung menjadi juara dunia, lalu mendominasi penuh di musim 2014.

Segalanya berubah di musim 2015.

Saat Rossi sedang berburu gelar dunia ke-10, Marquez yang kesulitan dengan motornya dan tak masuk perebutan gelar, memenangkan balapan di Australia dengan menyalip Jorge Lorenzo di akhir lomba.

Namun, di balapan berikutnya di Sepang, konflik pecah.

Marquez dan Rossi terlibat dalam duel agresif yang memuncak pada insiden di tikungan 14, di mana Rossi terlihat menyenggol motor Marquez hingga jatuh.

Video menunjukkan bahwa kaki Rossi menyentuh motor Marc Marquez, entah disengaja atau tidak.

Rossi pun diberi hukuman start dari posisi terakhir di Valencia—yang akhirnya membuatnya gagal meraih gelar yang sangat ia impikan.

Lorenzo menang dan jadi juara dunia.

Sebelum Malaysia, ada juga insiden di Argentina 2015, ketika Marquez menabrak ban belakang motor Rossi dan jatuh sendiri.

Namun, semuanya memuncak pada Argentina 2018, di mana Marquez yang terkena penalti tetap menyerang agresif dan menyebabkan Rossi terjatuh setelah kontak di tikungan terakhir.

Marquez lalu mencoba meminta maaf langsung ke garasi Yamaha, namun diusir keluar oleh kru Rossi.

Sejak saat itu, hubungan mereka tidak pernah pulih.

Usai insiden 2018, Rossi melontarkan komentar pedas.

“Dia menghancurkan olahraga ini karena dia tidak punya rasa hormat pada rivalnya,” ucap Rossi.

“Dari Jumat pagi dia sudah menyentuh Vinales, Dovizioso, lalu saya di sesi latihan. Dan hari ini dia menabrak empat rider!” tambahnya.

Marquez membantah bahwa aksinya disengaja.

“Saya tidak pernah menabrak rider dengan niat menjatuhkannya. Apa yang terjadi pada Valentino adalah kesalahan karena kondisi lintasan,” jawab Marc Marquez.

Momen Terakhir: Jabat Tangan yang Tak Terbalas

Salah satu momen paling dingin antara keduanya terjadi di Misano 2018.

Dalam konferensi pers, Marquez mencoba mengulurkan tangan untuk berdamai.

Namun, Rossi menolak jabat tangan itu, berkata, “kita tidak perlu berjabat tangan.”

Dan sejak saat itu, dua ikon MotoGP ini tetap berada di jalur yang berbeda—baik secara karier maupun hubungan personal.

Editor : Imron Hidayatullahh
#valencia #jorge lorenzo #dovizioso #misano #Vinales #marc marquez #valentino rossi #MotoGP