LAS VEGAS, Radar Jember - Menjelang pertarungan perebutan sabuk kelas menengah UFC 319, Khamzat Chimaev kembali mendapat sorotan tajam.
Beberapa mantan juara menyebut rekam jejak miring Chimaev bisa menyulitkannya jika berhasil merebut gelar dari Dricus Du Plessis.
Kritik diarahkan pada catatan absennya Chimaev dari sejumlah laga. Sejak 2020, ia kerap gagal tampil akibat masalah kesehatan, visa, maupun persoalan berat badan.
Hal ini menimbulkan keraguan atas komitmennya.
Seorang mantan juara bahkan menyebut Chimaev kini “terpojok” karena sulit membuktikan dirinya sebagai petarung yang dapat diandalkan.
Kondisi itu dinilai bisa merugikan divisi jika ia naik sebagai kampiun.
Di sisi lain, Chimaev sempat membuktikan kualitasnya saat terakhir kali tampil pada UFC 308, Oktober 2024.
Kala itu, ia menundukkan Robert Whittaker dengan dominasi penuh. Namun setelah itu, jadwalnya kembali tidak menentu.
Mantan juara menilai, gelar kelas menengah sebaiknya dipegang petarung yang mampu menjaga stabilitas kompetisi. Jika tidak, ada risiko divisi menjadi pasif dan daya tariknya menurun.
Kritikan ini semakin kuat karena UFC sebelumnya sempat mengalami masalah serupa ketika juara bertahan jarang turun bertarung.
Baca Juga: Max Holloway Menang, Dustin Poirier Akhiri Karier di UFC 318
Penggemar pun berharap hal tersebut tidak terulang kembali di kelas menengah.
Dengan jadwal duel melawan Du Plessis pada 16 Agustus mendatang, Chimaev dituntut bukan hanya untuk menang, tetapi juga membuktikan bahwa ia bisa menjadi juara yang aktif dan konsisten. (faq)
Editor : M. Ainul Budi