LAS VEGAS, Radar Jember - Din Thomas, menilai kemenangan Khamzat Chimaev di UFC 319 justru bisa membawa dampak buruk bagi divisi kelas menengah.
Duel perebutan sabuk melawan Dricus Du Plessis dijadwalkan berlangsung di Chicago pada 16 Agustus mendatang.
Thomas mengungkapkan keraguannya terhadap konsistensi Chimaev sebagai petarung utama.
Menurutnya, jika sang bintang asal Swedia itu berhasil merebut gelar, ada risiko divisi kelas menengah mengalami stagnasi.
“Kalau Chimaev menang, itu bisa jadi bencana,” ujar Thomas.
Ia menilai, rekam jejak Chimaev yang kerap absen karena kesehatan maupun urusan non-teknis membuat sulit memastikan keberlanjutannya sebagai juara.
Thomas menambahkan, keberadaan seorang juara sangat penting untuk menjaga pergerakan divisi.
“Saya benci melihat kelas menengah berhenti. Juara harus bertarung dua sampai tiga kali setahun agar divisi ini tetap hidup,” tegasnya.
Chimaev sendiri sempat menunjukkan dominasi di awal kariernya dengan mencatatkan tiga kemenangan dalam waktu 66 hari pada 2020.
Namun setelah itu, ia hanya berlaga lima kali dalam empat tahun terakhir.
Absennya Chimaev dari oktagon membuat banyak pihak meragukan apakah ia bisa menjadi pemegang sabuk yang aktif.
Padahal, UFC membutuhkan figur juara yang konsisten untuk menjaga daya tarik kompetisi.
Pertarungan melawan Du Plessis di UFC 319 akan menjadi pembuktian bagi Chimaev.
Kemenangan memang bisa mengangkat namanya, namun tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi jika benar-benar menjadi juara dunia. (faq)
Editor : M. Ainul Budi