Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Morbidelli Ungkap Peran Besar Valentino Rossi, tapi Juga Berutang Budi kepada Marc Marquez

Imron Hidayatullahh • Senin, 28 Juli 2025 | 21:30 WIB
Dikenal sebagai rival sengit, Rossi dan Marc Marquez dulunya pernah harmonis sebagai idola dan fansnya.
Dikenal sebagai rival sengit, Rossi dan Marc Marquez dulunya pernah harmonis sebagai idola dan fansnya.

Radar Jember - Meski dikenal sebagai musuh bebuyutan, Valentino Rossi dan Marc Marquez justru memainkan peran penting dalam perjalanan karier Franco Morbidelli—baik sebagai mentor maupun penyelamat hidup.

Morbidelli mungkin bukan nama yang terus menghiasi papan atas MotoGP dalam beberapa musim terakhir.

Namun, kisah di balik kesuksesannya adalah cerminan dari dua sisi MotoGP: persaingan dan solidaritas.

Pembalap berdarah Brasil-Italia itu merupakan salah satu lulusan pertama VR46 Academy, proyek ambisius Valentino Rossi untuk mencetak pebalap muda Italia.

Morbidelli memulai debut Grand Prix di kelas Moto2 bersama Gresini Racing pada 2013, saat usianya baru 18 tahun, langsung berada di bawah pengawasan sang legenda.

Empat tahun berselang, ia mempersembahkan gelar dunia pertama bagi akademi Rossi dengan menjuarai Moto2 2017 bersama tim Marc VDS.

Tahun berikutnya, Morbidelli naik ke kelas utama dan menjadi anak didik pertama Rossi yang menembus MotoGP.

Puncak performa Morbidelli terjadi pada musim 2020 yang dipersingkat karena pandemi.

Ia finis sebagai runner-up dunia setelah mencatatkan tiga kemenangan—meski hanya menggunakan Yamaha spek lawas.

Lima tahun berselang, lingkaran itu akhirnya lengkap.

Pada 2025 ini, Morbidelli resmi memperkuat tim milik idolanya, VR46 Racing Team, berduet dengan Fabio Di Giannantonio.

“Saya masih sangat muda waktu itu, baru 18 tahun, dan pelajaran terbesar yang diberikan Vale adalah saat saya sedang kesulitan, dia mengulurkan tangan. Saya akan selalu berterima kasih untuk itu,” ucap Morbidelli, dikutip dari laman Crash.

Diselamatkan Marquez di Lintasan

Namun, tak hanya Rossi yang berjasa.

Rival paling sengit sang mentor, Marc Marquez, juga menyelamatkan Morbidelli secara harfiah.

Pada awal 2024, sebelum musim dimulai, Morbidelli mengalami kecelakaan hebat saat latihan menggunakan Panigale V4 Superbike di Portimao.

Ia terlempar dan pingsan di kerikil sirkuit.

Yang pertama tiba di lokasi bukan tim medis, melainkan Marc dan Alex Marquez.

Melihat Morbidelli tergeletak tak sadarkan diri dan nyaris tak bisa bernapas, Marc dengan sigap membuka tali helmnya agar saluran napas kembali terbuka.

“Saya sama sekali tidak ingat apa pun. Tapi saya tahu siapa saja yang ada di sana, termasuk Marquez yang menolong saya,” kenangnya.

“Saya tidak bisa bernapas. Saat dia membuka tali helm saya, saya mulai bisa bernapas lagi. Kalau tidak, mungkin saya akan mengalami kerusakan permanen. Saya sangat berutang budi padanya,” ungkapnya.

Di tengah ketatnya rivalitas dan ego dalam dunia balap motor, cerita Morbidelli menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tetap hidup di balik helm dan persaingan.

Editor : Imron Hidayatullahh
#franco morbidelli #marc marquez #valentino rossi #MotoGP