Jorge Lorenzo Ungkap Rahasia Fantastic Five MotoGP dan Ketegangan Satu Garasi dengan Valentino Rossi
Imron Hidayatullahh• Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:30 WIB
Empat legenda MotoGP
Radar Jember - Jorge Lorenzo kembali menyedot perhatian publik MotoGP lewat penampilannya dalam podcast Mig Babol.
Dalam perbincangan santai tapi tajam ini, eks juara dunia MotoGP itu membongkar berbagai cerita panas.
Mulai dari rivalitasnya dengan Valentino Rossi, hingga momen legendaris bersama “Fantastic Five” MotoGP: Rossi, Stoner, Lorenzo, Pedrosa, dan Marquez.
Rivalitas Membara dengan Valentino Rossi
Salah satu segmen paling menarik dalam podcast ini adalah kisah Lorenzo saat satu tim dengan Valentino Rossi di Yamaha.
Ternyata, hubungan mereka sangat tegang.
“Ketika kami masih jadi pembalap aktif, tensinya luar biasa. Kami berdua sangat kompetitif. Seperti kandang ayam jago, sama-sama keras kepala,” ujar Lorenzo, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.
“Keduanya merasa yang terbaik. Tidak ada yang mau mengalah, karena kami pakai motor yang sama, di tim yang sama. Jadi, siapa yang menang, dia yang terbaik. Itu berat,” tambahnya.
Namun, hubungan keduanya membaik ketika mereka tidak lagi satu garasi.
Lorenzo menyebut, saat Rossi pindah ke Ducati dan kemudian dirinya menyusul ke tim yang sama, mereka mulai bisa saling menghargai.
“Semakin jauh jarak kami, hubungan makin baik. Setelah pensiun, sudah tidak ada lagi kebutuhan jadi ‘jagoan’. Bukan berarti kami jadi sahabat, tapi hubungan kami jauh lebih baik,” kenang Lorenzo.
“Saya bahkan pernah diundang ke Ranch-nya. Mereka kasih saya motor tanpa latihan, lintasannya sulit, tapi yang penting kami bersenang-senang,” sambungnya.
Era Emas: Lima Legenda MotoGP Bersatu
Lorenzo juga mengulas era paling panas dalam sejarah MotoGP modern.
Saat ia, Rossi, Pedrosa, Stoner, dan Marquez saling sikut di lintasan.
Ia menyoroti keunikan tiap rivalnya secara teknis dan mental.
Dani Pedrosa menurutnya sangat sensitif dan bersih dalam gaya balap.
“Saat trek licin atau minim grip, ia bisa tampil luar biasa karena bobotnya ringan dan akselerasinya kuat. Tapi, ia lemah dalam pengereman karena fisiknya. Tapi tetap, yang dia capai dengan kondisi tubuh seperti itu, luar biasa,” ujarnya.
Casey Stoner menurut Lorenzo memiliki insting yang gila.
“Dia bisa paham batas lintasan dengan cepat, bahkan tanpa latihan. Saat kondisi lintasan buruk, dia tetap bisa menjauh dari kami. Luar biasa,” pujinya.
Sementara Marc Marquez, menurut Lorenzo, punya bakat alami.
“Secara fisik sangat kuat, dan refleksnya luar biasa. Yang paling gila, dia tidak takut jatuh atau cedera. Itu kekuatannya, tapi juga kelemahannya. Karena dia tak takut, dia pernah bikin kesalahan. Tapi, kalau tak ada insiden besar, dia akan jadi juara dunia. Saya rasa kita bisa mulai cetak trofi dengan namanya untuk musim 2025,” kelakarnya.