Radar Jember - Ducati akhirnya mengungkap lebih banyak detail terkait insiden teknis yang menimpa Francesco "Pecco" Bagnaia dalam sprint race MotoGP Republik Ceko 2025 di Brno.
Juara dunia dua kali itu sebenarnya tampil meyakinkan dengan merebut pole position, dan berpeluang besar finis setidaknya di posisi kedua.
Namun, segalanya berubah di lap kelima dari total sepuluh putaran.
Pecco terlihat memperlambat laju motornya dan membiarkan beberapa rider melewatinya.
Rupanya, ia mendapat peringatan dari dashboard bahwa tekanan ban depannya terlalu rendah—sebuah pelanggaran yang bisa berujung penalti berat.
Meski akhirnya finis ketujuh, Bagnaia mengaku bahwa peringatan itu tak kunjung hilang sepanjang balapan.
Ia yakin dirinya akan dihukum bila terus memacu motor tanpa menyesuaikan tekanan.
Setelah dianalisis, tim Ducati menemukan bahwa peringatan itu ternyata tidak akurat.
Masalahnya berasal dari kesalahan sistem elektronik motor yang memicu peringatan palsu.
Dalam episode terbaru serial Inside Ducati yang tayang setelah MotoGP Brno, insinyur elektronik Ducati, Gabriele Conti, menjelaskan kronologi lengkap insiden tersebut.
“Itu hari yang sial,” ujar Conti, dikutip Radar Jember dari laman Crash.
“Kami mengalami masalah elektronik sejak sighting lap. Di grid kami mencoba memperbaikinya. Sempat rumit, tapi akhirnya kami berhasil,” jelasnya.
“Sayangnya, solusi yang kami lakukan justru memicu masalah lain yang sama sekali tidak terdeteksi sebelumnya,” tambahnya.
Hasilnya, Pecco mendapat pesan peringatan yang salah dari dashboard Desmosedici GP25 yang ditungganginya.
“Situasi jadi sangat membingungkan dan mustahil dikendalikan olehnya. Kami kecewa dan saya pribadi minta maaf kepada Pecco,” ungkapnya.
Marc Marquez Juga Alami Masalah Serupa, tapi Sah
Menariknya, Marc Marquez juga mengalami hal serupa di sprint race Brno.
Ia sempat menerima peringatan soal tekanan ban.
Namun, dalam kasus Marquez, peringatan tersebut sah dan berdasarkan data nyata.
Marquez berhasil mengelola tekanan tersebut dan tetap memenangkan balapan.
Bahkan setelah lomba, sempat muncul investigasi terhadap tekanan bannya.
Namun, hasilnya menunjukkan bahwa sistem pemantauan tekanan ban dari Race Direction sempat mengalami error dan memberi alarm keliru.
Editor : Imron Hidayatullahh