Radar Jember – Marco Bezzecchi nyaris mencuri kemenangan dari Marc Marquez di MotoGP Ceko 2025.
Mengandalkan Aprilia RS-GP25 yang makin kompetitif, pembalap asal Italia itu tampil luar biasa sepanjang akhir pekan di Brno.
Dalam balapan utama, Minggu (20/7/2025), ia finis kedua.
Ini hasil terbaiknya musim ini, dan kembali membawa Aprilia ke papan atas.
“Sejak awal saya sudah nekat banget, tak pikir panjang lagi,” kata Bezzecchi sambil tertawa, menggambarkan betapa agresifnya ia menyerang sejak lap pertama.
Momen kunci terjadi saat ia berhasil menyalip Fabio Quartararo dari sisi luar.
Manuver yang tak direncanakan, namun sukses besar.
“Saya tahu Acosta ada di belakang, kemarin dia mengecoh saya dengan diving dari sisi luar. Kali ini saya bisa balas, dan untungnya berhasil,” ungkapnya.
Performa apik di Brno membawa Bezzecchi naik ke peringkat empat klasemen sementara.
Menyalip mantan rekan setimnya di VR46, Di Giannantonio dan Morbidelli.
Senyum lebar tak lepas dari wajahnya saat meninggalkan sirkuit, tanda ia sangat puas dengan kerja keras yang terbayar.
“Kami benar-benar bekerja dengan sangat baik. Aprilia melakukan peningkatan besar sejak awal musim. Saya juga berusaha meningkatkan komentar teknis saya kepada mekanik, dan semuanya jadi lebih harmonis,” ujarnya.
Bezzecchi sempat berada tepat di belakang Marc Marquez selama beberapa lap.
Meski gagal menyalipnya, ia menunjukkan bahwa Aprilia kini bisa menempel Ducati lebih dekat dari sebelumnya.
“Saya ingin mengalahkannya, tapi Marc memang punya sedikit keunggulan. Tapi, saya tetap senang, saya bisa mempertahankan ritme dan mencatat lap tercepat di putaran terakhir,” ungkapnya.
Di sprint race, Bezzecchi hanya finis keempat—satu langkah dari podium.
Tapi, penampilannya di balapan utama jauh lebih solid dan konsisten.
Ia menyebut RS-GP25 yang kini digunakan sebagai motor yang lebih lincah dan sesuai dengan gaya balapnya.
Hasil Pengembangan Aprilia Terbukti
Aprilia membawa sejumlah pembaruan dari tes Aragon, terutama untuk sesi kualifikasi.
“Kami bekerja keras di Aragon dan tampaknya menemukan sesuatu yang bagus. Sisanya kami poles perlahan selama balapan,” ungkapnya.
Meski ada sedikit kekurangan di fase pergantian arah, Bezzecchi mengakui itu akibat dirinya mulai memacu motor lebih agresif.
“Awalnya saya ingin smooth, tapi begitu feel-nya dapat, langsung saya gas habis-habisan,” katanya sambil tersenyum puas.
“Motor menopang saya, dan saya bisa mengendarainya seperti yang saya suka. Itu menyenangkan,” jelasnya.
Atmosfer positif di garasi Aprilia, menurut Bezzecchi, juga turut mendongkrak performa tim.
Semua kru bekerja dengan padu, dan kini hasilnya terlihat jelas.
“Paruh pertama musim ini sangat positif. RS-GP25 menunjukkan potensi besarnya. Bahkan Jorge Martin yang baru kembali bisa finis ketujuh. Itu juga jadi motivasi buat kami,” pungkas Bezzecchi.
Editor : Imron Hidayatullahh