Radar Jember – Jorge Martin tampil heroik di MotoGP Ceko 2025 bersama Aprilia, meski ia mengaku sedang tidak dalam kondisi fisik terbaik.
Di luar dugaan, Martin justru mengungkap bahwa ia menangis sebelum balapan dimulai.
Demi meluapkan tekanan mental yang menumpuk usai absen panjang.
“Saya menangis bersama ayah, pacar, dan pelatih saya di motorhome. Saya benar-benar perlu meluapkan semuanya sebelum start. Dan itu membantu saya fokus penuh saat balapan,” ucap Martin, dikutip Radar Jember dari laman GPOne.
Martin, yang baru pulih dari cedera dan masih beradaptasi dengan motor RS-GP, mengaku sempat khawatir tak kuat menyelesaikan balapan.
Tapi dengan semangat pantang menyerah khas “Martinator”, ia berhasil bertahan dengan ritme 1 menit 54 detik hingga garis finis.
Mengalahkan tekanan dari para rival seperti Jack Miller, Brad Binder, dan Fermin Aldeguer.
“Saya tidak menyerah sampai akhir. Saya senang bisa mempertahankan pace itu. Tidak ada penurunan fisik, tidak juga degradasi ban seperti yang saya khawatirkan,” tambahnya.
Namun secara medis, kondisi Martin belum ideal.
Ia menyebut bahwa selama balapan, detak jantungnya tembus 195 bpm.
Angka yang biasanya hanya muncul saat seseorang berada dalam kondisi ekstrem.
“Kalau sedang bugar, saya biasanya di 170-an. Sekarang, saya benar-benar kehilangan ritme. Beberapa kali saya merasa pusing juga, tapi saya bisa melanjutkan,” aku Martin.
Pembalap Spanyol itu kini fokus memulihkan stamina. “Saya harus latihan lebih keras. Musim ini masih panjang, tapi saya juga sudah banyak dipukul secara fisik. Mungkin beberapa hari saya akan rehat dulu,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh