Radar Jember – Balapan MotoGP Ceko, Minggu (20/7/2025), di Sirkuit Brno berakhir buruk bagi Alex Marquez.
Ia mengalami kecelakaan dan menabrak Joan Mir, rider tim Honda Castrol, di awal lomba.
Imbas insiden ini, pembalap tim Gresini Ducati itu dijatuhi sanksi long lap penalty yang akan ia jalani pada MotoGP Austria mendatang.
Meski masih berjuang pulih dari cedera jari, akhir pekan Alex di Brno sempat berjalan cukup baik.
Namun, balapan utama justru menjadi titik balik yang tidak ia harapkan.
“Saya langsung tahu akan dihukum. Itu murni kesalahan saya,” kata Alex kepada media, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.
“Saya menerima sepenuhnya. Hari ini saya salah, dan kalau salah harus diakui. Lalu lanjut ke depan,” tambahnya.
Insiden terjadi saat Àlex mencoba menguji batas motornya di posisi belakang.
Ia kehilangan grip pada ban depan dan tak sengaja menghantam motor Joan Mir, yang lagi-lagi harus gagal menyelesaikan balapan hari Minggu.
“Saya tidak benar-benar sedang mencoba menyalip. Saya hanya sedang mencari tahu batas saya,” jelasnya.
“Sayangnya, saya kehilangan kontrol dan menyentuh Joan. Itu murni kesalahan saya.”
Alex juga mengaku lebih tegang dari biasanya sepanjang akhir pekan.
“Entah kenapa, saya merasa lebih gugup. Tidak mengalir seperti biasanya. Itu pelajaran buat saya,” ungkapnya.
Setelah insiden, terjadi percakapan emosional dengan Joan Mir.
Namun, Alex menyebut hal itu tidak membawa dampak apa pun.
“Kami sama-sama emosi. Tapi itu percakapan yang tidak membangun. Saya sudah minta maaf,” katanya.
Alex kini berada di posisi kedua klasemen sementara, dan tetap optimistis menatap sisa 10 balapan musim ini.
“Secara keseluruhan, paruh musim pertama ini sangat positif.
Kami di posisi dua, lebih baik dari yang kami bayangkan. Memang Marc (Marquez, Red) sudah unggul jauh, tapi dalam balapan segalanya bisa terjadi,” katanya optimistis.
Alex menutup dengan tekad baru menjelang GP Austria
“Kami akan kembali dari liburan dengan kuat. Ada long lap yang harus kami jalani, tapi kami akan bangun akhir pekan yang bagus di Austria dan terus membangun dari sana,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh