LAFAYETTE, Radar Jember - Petarung asal Louisiana, Dustin Poirier, resmi mengakhiri karier panjangnya di UFC usai kalah dari Max Holloway di UFC 318.
Dengan rekor 30 kemenangan dan 10 kekalahan, Poirier dikenang sebagai salah satu petarung paling konsisten dan dihormati dalam sejarah UFC.
Lahir pada 19 Januari 1989, Poirier mulai meniti karier profesional pada 2009 dan bergabung ke UFC pada 2011.
Ia tampil pertama kali melawan Josh Grispi dan mencuri perhatian dengan kemenangan dominan.
Poirier dikenal sebagai petarung all-around yang memiliki kekuatan striking dan kemampuan grappling yang mumpuni.
Ia menorehkan kemenangan atas banyak nama besar seperti Conor McGregor, Justin Gaethje, Anthony Pettis, dan Eddie Alvarez.
Puncak kariernya terjadi pada 2019 saat ia mengalahkan Max Holloway dan meraih gelar interim juara dunia kelas ringan.
Namun, impiannya untuk menjadi juara undisputed selalu kandas saat menghadapi Khabib Nurmagomedov dan Charles Oliveira.
Baca Juga: Sean O'Malley Gagal Pertahankan Sabuk, Masa Depan Sang Sugar Show Dipertanyakan?
Di luar oktagon, Poirier dikenal dengan kegiatan sosial melalui “The Good Fight Foundation” yang membantu masyarakat kurang mampu.
Dedikasinya membuatnya menjadi figur panutan, baik sebagai atlet maupun manusia.
Keputusan pensiunnya disambut haru oleh banyak pihak, termasuk rekan-rekan sesama petarung yang menyebutnya sebagai pejuang sejati.
Ia menutup karier dengan penghormatan tinggi dari UFC dan para penggemar.
Kini, Poirier memulai babak baru dalam hidupnya, meninggalkan warisan yang tak akan dilupakan dalam sejarah seni bela diri campuran modern. (faq)
Editor : M. Ainul Budi