HAWAII, Radar Jember - Nama Max Holloway kembali menjadi sorotan usai mempertahankan gelar BMF dalam duel sengit melawan Dustin Poirier di UFC 318.
Petarung asal Hawaii ini memang dikenal sebagai salah satu striker paling produktif dan menghibur di dunia MMA.
Holloway memulai debut di UFC pada 2012 saat usianya baru 20 tahun.
Meski kalah dari Poirier di laga pertamanya, ia terus berkembang dan menjadi raja di divisi featherweight dengan rekor pertarungan yang kini mencapai 27 kemenangan dan 8 kekalahan.
Ia dikenal dengan gaya bertarung volume striking yang tinggi.
Holloway mencatatkan rekor UFC untuk significant strikes terbanyak sepanjang sejarah, dengan lebih dari 3.400 pukulan sukses selama kariernya.
Gelar juara pertamanya diraih pada 2017 setelah mengalahkan José Aldo.
Ia mempertahankan sabuk tersebut dalam beberapa pertarungan epik sebelum akhirnya turun ke kelas ringan untuk mengejar tantangan baru.
Kemenangan Holloway atas nama-nama besar seperti Brian Ortega, Calvin Kattar, dan Justin Gaethje mengukuhkan reputasinya.
Pertarungan melawan Kattar pada 2021 bahkan disebut-sebut sebagai penampilan striking terbaik dalam sejarah UFC.
Meski sempat mengalami kekalahan dari Alexander Volkanovski dan Ilia Topuria, Holloway menunjukkan ketangguhan mental luar biasa dengan bangkit dan merebut kembali gelar BMF yang sebelumnya ia sandang.
Dengan usia yang masih 33 tahun, banyak pihak meyakini Holloway masih punya peluang besar untuk kembali merebut sabuk juara dunia kelas ringan maupun featherweight. (faq)
Editor : M. Ainul Budi