Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Marc Marquez Tak Mau Ngawur di MotoGP Brno: Tapi Kalau Harus Ambil Risiko, Kenapa Tidak?

Imron Hidayatullahh • Sabtu, 19 Juli 2025 | 01:34 WIB
Menjelang GP Brno, Mar Marquez mengaku tak pernah ingin membalap ngawur, tapi ia tak ragu jika harus ambil risiko.
Menjelang GP Brno, Mar Marquez mengaku tak pernah ingin membalap ngawur, tapi ia tak ragu jika harus ambil risiko.

Radar Jember - Marc Marquez tampil dominan sepanjang paruh pertama musim 2025.

Namun, sang pemuncak klasemen tetap memilih berhati-hati menjelang seri MotoGP Republik Ceko di Brno.

Meski mengantongi keunggulan besar, rider Ducati Lenovo ini enggan berpuas diri.

“Sekarang kami sudah melewati pertengahan musim. Jarak poin yang kami miliki lebih besar dari yang saya bayangkan sebelum musim dimulai,” kata Marquez, dikutip Radar Jember dari laman Marca.

“Namun masih ada 11 balapan tersisa. Apa yang terjadi dalam 11 seri pertama bisa saja terbalik di sisa musim. Jadi, kami harus tetap menjaga intensitas,” tambahnya.

Marquez mengakui bahwa pendekatannya tak berubah.

Tidak asal nekat, tapi juga tak ragu mengambil risiko jika merasa sanggup.

“Saya tidak pernah ingin membalap ngawur, tanpa berpikir. Tapi kalau harus melakukannya, kenapa tidak?” katanya.

“Kalau saya terlalu santai, justru di situlah saya sering membuat kesalahan. Jadi, kalau suatu pekan saya kalah cepat dari dua atau tiga pembalap, lebih baik ambil poin sepuluh daripada nol,” ungkapnya.

Adaptasi dengan Brno yang "Baru"

Brno kembali ke kalender MotoGP setelah absen beberapa musim dan kini hadir dengan permukaan aspal baru.

Marquez antusias menjelang GP Brno, tapi juga waspada.

“Biasanya aspal baru menyerap banyak masalah. Grip-nya lebih rata, tapi itu juga membuat batas limit jadi tak terasa—kadang justru bikin lebih banyak jatuh,” jelasnya.

Ia juga menyinggung balapan Brno 2014, di mana rekor kemenangannya terputus.

“Bukan ban yang cacat, mungkin saya tidak memanaskannya dengan baik. Tapi yang jelas saya tidak nyaman sejak awal,” ujarnya.

Menurut Marquez, meski Brno terakhir dikunjungi pada 2020, para pembalap akan cepat menyesuaikan diri.

“Begitu latihan pertama dimulai, semua langsung ingat titik pengereman, jalur balap, dan referensinya. Kecepatannya bakal langsung dekat dengan level akhir pekan,” kata pembalap bernomor 93 ini.

Baca Juga: Marco Melandri Blak-Blakan Soal Valentino Rossi: Di MotoGP, untuk Menang Kamu Harus Jadi Egois!

Brno dan Tantangan Setup

“Stabilitas penting di sini, tapi aspal baru bakal mengompensasi. Jadi, kita bisa lebih berani dengan setup,” ujar Marquez.

Menurutnya, trek Brno punya banyak titik pengereman keras, terutama di turunan kiri.

“Saya juga penasaran bagaimana perangkat penurun suspensi (ride height device) bekerja di sini. Dulu, di Brno, wheelie itu sulit dikendalikan,” tambahnya.

Dukung Comeback Jorge Martín

Marquez juga mengomentari pemulihan Jorge Martín setelah cedera.

“Saya sempat lihat dia latihan sepeda di trek—kelihatan lebih kuat dari saya,” ujar Marquez sambil tertawa.

“Saya harap dia bisa kembali balapan seperti biasa. Itu bagus untuk dia, bagus untuk Aprilia, dan bagus untuk kejuaraan. Jorge itu pembalap yang bisa menang kapan saja,” pungkasnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sirkuit Brno #Jorge Martin #republik ceko #marc marquez #MotoGP