Radar Jember - Fabio Di Giannantonio datang ke Brno, Ceko, dengan semangat tinggi setelah kegagalan pahit di Sachsenring.
Balapan di Jerman lalu berakhir tragis, dengan Diggia, sapaannya, terjatuh saat memperebutkan posisi kedua.
Kini, ia bertekad bangkit di sirkuit yang menurutnya sangat spesial.
Mirip Mugello, tapi dengan karakteristik naik-turun yang menantang.
"Ini trek yang sangat cepat, banyak elevasi, dan mengingatkan saya pada Mugello. Tapi pada akhirnya, semua tergantung hasil balapan," ujar Diggia kepada media di Brno, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.
"Target saya tetap menjadi juara dunia. Untuk itu, saya harus tampil maksimal dan konsisten di setiap Grand Prix," katanya, optimistis.
Ducati GP25 Belum Sempurna, tapi Potensinya Besar
Meski tampil kompetitif sejak awal musim, pembalam VR46 Racing Team ini mengakui masih banyak ruang untuk perbaikan bersama Ducati.
"Ada beberapa area yang harus ditingkatkan. Saya terlibat dalam pengembangan motor. Kami bekerja bersama Ducati dan saya yakin bisa mendapatkan paket yang kuat hingga akhir musim," ungkapnya.
Soal kecelakaan di Sachsenring, ia tak mencari alasan.
"Begitu masuk pit, saya langsung minta maaf ke semua kru. Mereka semua bekerja luar biasa keras, termasuk staf hospitality. Saya merasa bersalah telah merusak balapan yang begitu menjanjikan," sesalnya,
Tak Terpaku Masa Depan, tapi Siap jika Harus Satu Tim dengan Marc
Di tengah rumor transfer yang makin panas, termasuk kemungkinan perpindahan Pedro Acosta ke tim pabrikan Ducati, Di Giannantonio tetap tenang.
Baca Juga: Marc Marquez Akui Kemampuan Satu Rivalnya di MotoGP: Dia Cepat di Setiap Balapan
"Setiap pembalap pasti ingin jadi pembalap pabrikan. Tapi, saya sudah punya kontrak langsung dengan Ducati, dukungan resmi, dan motor resmi. Saya puas. Tidak banyak berpikir soal masa depan, saya fokus tampil maksimal di mana pun saya berada," ungkapnya.
Saat ditanya apakah ia ingin satu garasi dengan Marc Márquez, ia menjawab antusias.
"Akan fantastis! Bisa belajar banyak dari pembalap sekelas dia, baik di dalam maupun di luar lintasan. Itu akan jadi pengalaman besar untuk saya," pungkasnya Diggia.
Editor : Imron Hidayatullahh