Radar Jember – Mantan pembalap MotoGP, Marco Melandri buka-bukaan soal hubungannya dengan Valentino Rossi dalam podcast Mig Babol.
Persahabatan mereka yang terjalin sejak muda ternyata tak bisa bertahan saat keduanya naik ke level tertinggi MotoGP.
Marco Melandri, mengenang masa-masa dekatnya bersama Valentino Rossi di awal karier.
Keduanya sering menghabiskan waktu bersama.
Termasuk saat berlatih motor di musim dingin di sekitar Cattolica.
“Kami berteman baik sejak awal karier. Sering mengitari kota dengan motor sewaan, bahkan saat salju turun. Kami berdua saja, berjam-jam. Itu ajaib,” cerita Melandri, dikutip dari Motosan.
Mereka juga sering berbagi ide dan inspirasi.
Namun, dari sanalah mulai muncul gesekan kecil.
“Di Imola 98, aku bilang mau mengecat rambutku jadi tricolor. Tapi malamnya, dia dan Uccio juga melakukan hal yang sama. Jadi kelihatannya aku yang meniru,” katanya.
Masalah tak berhenti di situ.
Setelah Melandri naik ke kelas 250cc dan menggantikan posisi Rossi, perbandingan tak bisa dihindari.
“Aku selalu dibandingkan dengannya, bahkan tanpa sengaja. Aku datang ke tim dan posisi yang ia tinggalkan. Sulit rasanya lepas dari bayang-bayangnya,” kenang Melandri.
Saat keduanya bertemu di MotoGP, hubungan mereka berubah drastis.
Persaingan di lintasan mengikis kedekatan personal mereka.
“Begitu kami mulai balapan head-to-head, jadi sulit. Kalau kamu benar-benar ingin menang, kamu tak bisa berteman. Harus jadi egois, bahkan agak ‘bajing4n’ secara sportif. Itu harga yang harus dibayar untuk jadi yang terbaik, dan kurasa aku kekurangan itu,” ujarnya.
Kini, Melandri dan Rossi tak lagi menjalin komunikasi.
Namun, Melandri mengaku tidak ada konflik—hanya hidup yang membawa mereka ke arah berbeda.
“Kami tak lagi bertemu atau bicara. Hidup kami sudah berbeda. Tapi setelah pensiun, semuanya terasa lebih ringan. Dan indah rasanya mengenang orang-orang yang pernah berbagi momen, suasana, ketakutan, dan kebahagiaan yang sama,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh