Radar Jember - Marc Marquez tampil luar biasa di MotoGP Jerman, menyapu bersih sprint race dan balapan utama.
Mengklaim kembali takhtanya sebagai Raja Sachsenring.
Kemenangan ini menjadi catatan spesial karena bertepatan dengan penampilannya yang ke-200 di kelas utama MotoGP.
Dengan performa gemilang ini, Marquez makin memperlebar jarak di klasemen, sekaligus menegaskan dominasinya di musim 2025.
Sebelum naik ke podium, seperti biasa, para pembalap menunggu di ruang khusus sambil menyaksikan cuplikan ulang balapan.
Baca Juga: Marc Marquez Samai Rekor Giacomo Agostini Soal Lap Tercepat MotoGP, Bakal Susul Valentino Rossi?
Kali ini, suasana terasa lebih santai namun penuh canda, seperti terlihan pada unggahan akun Instagram MotoGP.
Alex Marquez berseloroh kepada kakaknya, “Lihat ini, hampir kau hancurkan tanganku, dasar tolol!” sambil tertawa, merujuk pada peristiwa selepas finish.
Ia juga menggoda Pecco Bagnaia, “Lihat, dia mau memukul tanganku!”
Marc menimpali, “Kan Brno sebentar lagi.”
Membuat Pecco langsung menyela dengan nada menggoda, “Di Brno semua tikungan ke kanan, lho.”
Guyonan itu seolah menjadi peringatan ringan dari Bagnaia soal tantangan di sirkuit berikutnya.
Pujian untuk Sang Adik
Usai podium, Marc Marquez memberikan apresiasi tinggi kepada adiknya, Alex Marquez, yang berhasil finis kedua meski masih dalam kondisi cedera.
“Dia mengejutkan semua orang lagi. Saya tahu, kalau seorang pembalap total menjalani pemulihan di rumah, dia pasti akan kembali kuat. Hari ini, posisi kedua itu rasanya seperti juara,” ucap Marc, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.
Marc bahkan menyebut Alex sebagai pesaing terkuatnya dalam perebutan gelar musim ini.
“Alex tidak pernah gagal, bahkan dalam kondisi cedera,” katanya.
Empat Akhir Pekan Sempurna Beruntun
Kemenangan di Sachsenring menandai akhir pekan keempat secara berturut-turut di mana Marc Marquez menyapu bersih sprint race dan balapan utama.
Artinya, ia mengoleksi 37 poin di setiap GP selama satu bulan terakhir.
“Saya senang bisa mencetak kemenangan ke-200 ini. Tapi lebih dari itu, kami sudah menemukan setelan motor yang lebih pas sejak tes di Aragon. Saya mulai lebih nyaman. Hubungan saya dengan teknisi (Rigamonti, Red) juga makin padu,” jelasnya.
Meski unggul jauh di klasemen, Marc tetap realistis menghadapi paruh kedua musim yang akan dimulai di Brno.
Baca Juga: Dani Pedrosa: Marc Marquez Mampu Beradaptasi dan Kini Menjalani Kehidupan Kedua di MotoGP
“Saya selalu mencoba berpikir positif, tapi kali ini saya justru memilih untuk berpikir negatif,” ungkapnya.
“Masih ada 11 balapan lagi. Saya sengaja melihatnya sebagai gelas setengah kosong agar tetap fokus. Di bawah tekanan seperti itulah saya bekerja lebih baik. Kita harus terus jaga intensitas ini,” punkgasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh