Radar Jember - Mantan juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, kembali memberikan analisis tajam soal performa Marc Marquez yang tampil luar biasa di MotoGP Jerman, akhir pekan lalu.
Dalam program Duralavita, Lorenzo menyoroti kehebatan Marquez yang menyapu bersih kemenangan di Sprint dan race utama di Sachsenring, sirkuit yang disebutnya sebagai "taman bermain pribadi Marc Marquez ".
"Yang menang ya seperti biasa, Marc Marquez," ujar Lorenzo.
"Apalagi musim ini dia nyaris selalu menang di Sprint. Sachsenring yang hampir semua tikungannya ke kiri jelas menguntungkan gaya balapnya," ungkapnya.
Soroti Gaya Balap Marquez
Lorenzo mengaku terkesima dengan cara Marquez mengendalikan Ducati.
Ia bahkan menyebut mantan rivalnya itu kini nyaris tanpa goyangan berlebihan saat menikung, sesuatu yang jarang terlihat sebelumnya.
"Dia mengendarai motornya dengan sangat halus dan elegan, kita tidak terbiasa melihat motornya begitu stabil. Motor seperti melaju di atas rel," puji Lorenzo.
"Saya suka sekali momen saat dia keluar dari tikungan terakhir. Dia bisa menegakkan motor lebih awal dari pembalap lain, sangat bersih dan tanpa spinning," ujarnya.
Tak hanya dari sisi gaya balap, Lorenzo menilai Marquez punya kelebihan genetis di sirkuit-sirkuit dengan dominasi tikungan ke kiri seperti Sachsenring dan Austin.
"Di Sachsenring cuma ada tiga tikungan kanan. Selebihnya kiri semua, dan secara genetis Marc sepertinya memang lebih nyaman di sana," ungkapnya.
Lorenzo menambahkan bahwa kecepatan Marquez semakin terlihat di sektor T1, terutama saat memasuki rangkaian tikungan kiri berturut-turut.
Di situ, Marquez disebut mampu mencetak waktu 0,2 hingga 0,3 detik lebih cepat per lap dari rival-rivalnya.
Namun di sisi lain, Lorenzo menyoroti tingginya jumlah kecelakaan di balapan hari Minggu, yang menurutnya disebabkan oleh ketidakseimbangan performa ban Michelin antara depan dan belakang.
"Michelin sudah hampir 10 tahun di sini, tapi masih belum bisa menyamai kestabilan ban depan seperti Bridgestone dulu," ujar Lorenzo.
"Lihat saja crash Fabio Di Giannantonio. Motornya hilang grip seperti kena mentega. Bahkan Zarco pun tidak sempat menyelamatkan motornya," ungkapnya.
Soal Bagnaia: Yakin Saja Tidak Cukup Tanpa Feeling dari Motor
Menutup komentarnya, Lorenzo membahas psikologi Pecco Bagnaia.
Ia nilai Bagnaia bisa sangat terpengaruh oleh sensasi awal dari motornya.
"Kalau kamu tidak yakin, tapi motornya kasih feeling bagus, kamu cepat percaya diri. Tapi kalau kamu sudah yakin, lalu motor kasih sinyal negatif di tikungan pertama, kepercayaan dirimu langsung anjlok," ujar Lorenzo.
Ia mencontohkan bagaimana Marquez sempat meninggalkan Bagnaia dengan selisih 3 detik per lap saat latihan basah.
Menunjukkan betapa jauh perbedaan performa keduanya saat feeling tidak optimal.
Editor : Imron Hidayatullahh