Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Chimaev Diunggulkan Jelang Duel Sengit Kontra Du Plessis di UFC 319

Faqih Humaini • Selasa, 15 Juli 2025 | 17:55 WIB
Ilustrasi Du Plessis saat face of lawan Khamzat Chimaev (ig:ufc)
Ilustrasi Du Plessis saat face of lawan Khamzat Chimaev (ig:ufc)

LAS VEGAS, Radar Jember - duel kelas menengah antara Khamzat Chimaev dan Dricus du Plessis di UFC 319 diprediksi bakal jadi salah satu pertarungan paling eksplosif tahun ini.

Laga perebutan sabuk yang dijadwalkan pada 16 Agustus 2025 tersebut menyatukan dua kekuatan besar, namun publik dan sejumlah analis lebih menjagokan Chimaev sebagai sosok dominan.

Chimaev yang dikenal dengan julukan “Borz” membawa rekam jejak tak terkalahkan dan gaya bertarung agresif.

Ia tampil seperti monster di oktagon, menggabungkan teknik gulat ala Dagestan dengan ground and pound brutal.

Ia juga punya kemampuan transisi yang cepat antara striking dan grappling, membuat banyak lawan kehilangan ritme.

Dalam kemenangan terakhir melawan Robert Whittaker, Chimaev menunjukkan kapasitas sebagai petarung serba bisa.

Ia bukan hanya unggul dalam fisik dan power, tapi juga memiliki IQ bertarung yang terus berkembang.

Statistik UFC menunjukkan Chimaev rata-rata mencetak lebih dari 6 takedown per laga, dengan tingkat akurasi di atas 50 persen—angka yang sangat tinggi di divisi menengah.

Di sisi lain, Dricus du Plessis bukan lawan sembarangan.

Petarung asal Afrika Selatan itu dikenal dengan kemampuan striking volume tinggi dan daya tahan fisik luar biasa.

Ia mampu menekan lawan sepanjang ronde dan memiliki kekuatan pukulan yang bisa mengakhiri laga kapan saja.

Namun, pengamat menilai du Plessis masih belum teruji melawan petarung dengan gaya wrestling intens seperti Chimaev.

Mantan juara dunia dan pelatih MMA, Javier Mendez, menyebut bahwa keunggulan utama Chimaev adalah kemampuannya mengendalikan tempo.

“Dia membuat lawan bermain di dunianya. Saat dia menekan, lawan tak punya pilihan selain bertahan.

Du Plessis harus benar-benar siap mental untuk tidak panik,” katanya.

Persiapan Chimaev untuk laga ini juga tampak serius.

Ia telah menyelesaikan kamp pelatihan intensif di AS dan membawa sparring partner dari berbagai latar belakang, termasuk mantan juara UFC.

Rumor menyebutkan dia bahkan berlatih lima sesi per hari, memperkuat ketahanan fisik dan teknik gulatnya.

Jika Chimaev mampu menjaga ritme sejak ronde pertama, du Plessis diyakini bakal kesulitan mengembangkan permainan.

Banyak pihak melihat laga ini sebagai ajang pembuktian bahwa Chimaev memang layak menjadi penguasa baru kelas menengah UFC, dengan kombinasi kekuatan, teknik, dan mentalitas juara. (faq)

Editor : M. Ainul Budi
#UFC 2025 #Du Plessis #ufc #Khamzat Chimaev