Radar Jember - Marc Marquez kembali jadi pusat perhatian menjelang MotoGP Jerman 2025.
Di tengah panasnya persaingan dengan Francesco Bagnaia, mantan pembalap dan test rider Honda, Stefan Bradl, menyebut Marquez justru semakin nyaman.
Sementara tekanan besar justru ada pada Bagnaia.
Dalam sebuah wawancara, Bradl mengulas bagaimana kedatangan Marquez di tim pabrikan Ducati mengubah seluruh dinamika persaingan.
“Marc sedang dalam performa bagus. Dia tahu ke mana harus melangkah di Sachsenring. Meski tahun ini tak dominan di trek favoritnya. Mugello atau Assen bukan trek andalannya, tapi dia tetap menang. Jadi, kalaupun hanya finis kedua atau ketiga, dia tetap tenang,” kata Bradl, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.
Namun, yang mengejutkan adalah bagaimana Marquez langsung menyalip dominasi rekan setimnya, Bagnaia, sejak seri pembuka musim ini.
“Sudah jelas dari awal akan ada yang mulai merasa terancam. Sebagai ‘tuan rumah’, Bagnaia justru yang berada dalam bahaya. Dia tahu betul siapa yang datang,” tegas Bradl.
Menurut Bradl, Marquez sudah menunjukkan potensi besar bahkan sejak masih menggunakan GP23.
“Dengan dukungan penuh pabrikan, cuma akan ada satu yang jadi pengatur irama tim, dan itu bukan Pecco,” sindirnya.
Situasi di Ducati kini disebut Bradl sebagai “pertarungan dua alfa dalam satu kandang”.
“Dalam motorsport, mustahil punya dua pembalap dengan level dominasi seperti itu. Salah satu harus menang—kalau tidak, ya dimakan. Dan, Marc sangat menikmati adu sengit semacam ini,” kata Bradl.
Bradl juga menyinggung tekanan ganda yang kini dialami Pecco.
“Dia baru saja kalah gelar dunia dari Jorge Martín. Sekarang harus satu tim dengan Marquez? Bisa jadi ini terlalu berat untuknya,” tambahnya.
Editor : Imron Hidayatullahh