Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pecco Bagnaia Ungkap Kunci Bangkit di MotoGP Sachsenring: “Saya Harus Temukan Ritme dan Tekanan ke Marquez”

Imron Hidayatullahh • Jumat, 11 Juli 2025 | 18:00 WIB
Pecco Bagnaia (63) dan Marc Marquez (93) di Sirkuit Aragon, Spanyol.
Pecco Bagnaia (63) dan Marc Marquez (93) di Sirkuit Aragon, Spanyol.

Radar Jember - Sachsenring bukan sekadar trek terpendek di MotoGP.

Bagi banyak orang, sirkuit ini adalah “wilayah kekuasaan” Marc Marquez.

Delapan kemenangan di kelas utama menjadi bukti supremasinya.

Namun, Pecco Bagnaia tak mau menyerah begitu saja.

Sang juara bertahan Ducati itu datang ke Jerman dengan misi menghidupkan kembali musimnya yang belum berjalan sesuai harapan.

Dalam wawancara eksklusif yang dikirimkan oleh jurnalis senior, Manuel Pecino, Bagnaia membahas perjalanannya sepanjang musim ini, titik balik, dan tekad untuk menekan Marquez di lintasan yang secara historis tak bersahabat bagi rival-rivalnya.

“Saya tetap menikmati balapan di sini, seperti biasa. Saya mengerahkan seluruh energi untuk menemukan solusi yang bisa mengembalikan ritme saya. Saya yakin kami berada di jalur yang tepat. Sayangnya, kami menyia-nyiakan dua akhir pekan penting di Le Mans dan Silverstone, di mana seharusnya bisa melangkah maju, tapi justru mundur 3-4 langkah. Tapi sejak GP Aragon, kami mulai membaik lagi. Dua balapan terakhir saya bisa berada di depan, dan itu hal positif yang harus dimanfaatkan,” ujar Bagnaia.

Ia juga mengakui bahwa musim ini belum menemukan keseimbangan yang ia cari.

Namun, ia menaruh harapan tinggi pada Sachsenring, mengingat performanya yang solid dalam dua edisi terakhir.

“Tahun ini kami memang belum menemukan keseimbangan yang pas, tapi kami terus bekerja. Saya yakin akhir pekan ini kami bisa melangkah maju di trek yang selama dua tahun terakhir memberi hasil baik. Tahun 2022 saya menunjukkan bahwa saya bisa bersaing di sini. Sachsenring adalah sirkuit yang cukup cocok, jadi kami harus bisa memanfaatkannya,” kata Bagnaia.

Bagnaia juga mengaku telah mengubah pendekatannya dalam sesi latihan.

Setelah menyadari bahwa minimnya lap yang ia tempuh justru menghambat progres tim.

“Kalau diminta lima lap tapi saya hanya lakukan dua, itu tidak cukup bagi mereka (tim). Walaupun saya bisa tahu dari lap pertama apakah motor oke atau tidak, tetap penting untuk memberikan data lebih banyak untuk tim,” tambahnya.

Ia juga bicara soal tekanan psikologis yang ditimbulkan oleh dominasi Marquez.

Terutama saat Marc bisa menang di trek yang selama ini bukan favoritnya.

“Marc menang di Aragon dengan sangat tenang, tanpa memaksakan diri. Dia cukup santai, bertahan di posisi depan dan mengontrol. Itu pelajaran besar. Di Sachsenring, dia bahkan lebih cepat dibanding Austin atau Aragon—hampir semua tikungan ke kiri. Dia punya keunggulan lebih di sini. Jadi, kami harus berusaha menempel ketat, menekannya, dan saya harus mampu membuat lompatan besar,” pungkas Bagnaia.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Pecco Bagnaia #Sachsenring #marc marquez #MotoGP