Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cuma Casey Stoner yang Bisa: Lihat Trek di PlayStation, Lalu Kejutkan Dunia MotoGP

Imron Hidayatullahh • Kamis, 10 Juli 2025 | 16:30 WIB

 

Mantan pembalap MotoGP asal Australia, Casey Stoner, ketika membalap untuk tim LCR Honda.
Mantan pembalap MotoGP asal Australia, Casey Stoner, ketika membalap untuk tim LCR Honda.

Radar Jember - Bos tim LCR Honda, Lucio Cecchinello, mengenang suatu akhir pekan tak terlupakan di Laguna Seca, di mana Casey Stoner muda menunjukkan kilasan kejeniusannya yang luar biasa.

Meski karier MotoGP-nya berakhir dini di usia 27 tahun karena masalah kesehatan, nama Stoner tetap harum sebagai salah satu pembalap paling bertalenta sepanjang sejarah.

Stoner memulai debut MotoGP pada 2006 bersama LCR Honda, tim satelit milik Cecchinello.

Dalam wawancara dengan media Italia GPOne, Cecchinello tak ragu menyandingkan Stoner dengan legenda seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez.

“Dia benar-benar fenomenal. Stoner punya bakat alami yang melampaui banyak pembalap lainnya,” ujar Cecchinello.

“Kemampuannya memahami tikungan dan menekan motor ke batas maksimal muncul secara alami. Dia bisa cepat di lintasan mana pun dengan motor apa pun,” pujinya.

Belajar Sirkuit Legendaris Hanya lewat PlayStation

Salah satu momen paling ikonik datang di GP Amerika 2006 di Laguna Seca—sirkuit yang belum pernah dijajal Stoner sebelumnya.

Alih-alih mengikuti metode konvensional seperti berjalan kaki atau naik skuter mengelilingi lintasan, Stoner memilih mempelajarinya lewat... PlayStation.

“Kami sarankan dia lihat lintasan naik skuter, dia tolak. Bahkan saat Carmelo Ezpeleta menawarkan naik mobil safety car, dia bilang tidak perlu, karena sudah lihat di PlayStation,” kenang Cecchinello.

Hasilnya mencengangkan.

Baca Juga: Bos Aprilia Bocorkan Kelemahan Motor RS-GP, Siapkan Senjata Lawan Ducati dan Honda di MotoGP

Pada sesi latihan pertama, Stoner langsung bersaing ketat di papan atas bersama dua pembalap tuan rumah, Nicky Hayden dan Colin Edwards.

Padahal ini adalah kali pertamanya di sirkuit itu.

Meskipun balapannya berakhir lebih awal karena terjatuh di lap ke-14, performa Stoner sudah cukup untuk membuat Ducati terpikat.

Akhir musim itu, ia resmi dikontrak pabrikan Italia tersebut.

Satu Musim, Satu Gelar Dunia

Musim 2007 menjadi momen keemasan bagi Stoner.

Mengendarai Ducati Desmosedici GP7 yang terkenal liar, ia mendominasi dengan 10 kemenangan dan total 14 podium dari 18 seri, mempersembahkan gelar dunia pertama bagi Ducati di MotoGP.

Sayangnya, performa Stoner menurun dalam tiga musim berikutnya seiring memburuknya kondisi kesehatannya.

Pada 2011, ia pindah ke Honda dan langsung meraih gelar dunia keduanya di musim debut.

Namun, hanya setahun berselang, dunia MotoGP dikejutkan oleh pengumuman pensiunnya.

Di usia hanya 27 tahun dan masih di puncak performa, Stoner memilih undur diri.

“Dia keluar saat berada di puncak. Tapi itulah Casey: jujur, sederhana, dan tak tergoda gemerlap dunia,” tutup Cecchinello.

Editor : Imron Hidayatullahh
#desmosedici #carmelo ezpeleta #Lucio Cecchinello #legenda motogp #nicky hayden #lcr honda #casey stoner #MotoGP