NEVADA, Radar Jember - Pasca kemenangan gemilang atas Oliveira dan merebut gelar ringan, Ilia Topuria langsung mengarahkan pandangannya pada nama-nama besar berikutnya.
Salah satunya adalah Paddy Pimblett, musuh lama yang muncul dari penonton di Las Vegas pasca pertempuran.
Topuria dan Pimblett Kembali berseteru. “Saya tidak hanya ingin kalahkan dia, tetapi ingin hancurkan dia di Las Vegas,” ujarnya.
Rivalitas mereka yang memanas sejak 2021 berpotensi menjadi pertandingan blockbuster akhir tahun.
Namun Arman Tsarukyan, pesaing peringkat ketiga divisi ringan, tak mau kalah.
Ia mengkritik Topuria menghindar, bahkan menuduh tidak tahan berat badan, menantang Topuria untuk buktikan dominasinya.
Sementara itu, juara aktual pound-for-pound, Islam Makhachev, bukan sekadar rival—ia menjadi target utama dalam jangka panjang.
Topuria bahkan siap naik kelas ke welterweight jika Makhachev memegang sabuk 170 lbs, demi duel sejarah.
Secara strategis, Topuria berencana jadwalkan pertahanan sabuk pertamanya melawan Pimblett, mungkin Desember di Vegas.
Baru setelah itu ia akan fokus ke duel dengan Makhachev tri-weight showdown.
Dengan performa 17–0 dan enam kali penyelesaian lewat KO/submission, Topuria kini menjadi magnet pasar dan pusat kekuatan UFC.
Media bahkan mencapnya sebagai generasi baru, sebanding dengan McGregor.
Jika semua berjalan sesuai rencana, dunia MMA akan menyaksikan fase baru di mana jawara lightweight ini membentuk identitas melalui langkah-langkah penuh perhitungan dan rival yang terus menantang namanya.(faq)
Editor : M. Ainul Budi