Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bos Aprilia Bocorkan Kelemahan Motor RS-GP, Siapkan Senjata Lawan Ducati dan Honda di MotoGP

Imron Hidayatullahh • Senin, 7 Juli 2025 | 17:00 WIB

Direktur Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyebut RS-GP lebih agresif dan sulit dikendalikan sepenuhnya.
Direktur Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyebut RS-GP lebih agresif dan sulit dikendalikan sepenuhnya.

Radar Jember - Aprilia Racing melakukan perombakan besar-besaran jelang musim MotoGP 2025.

Tak hanya mengganti dua pembalap sekaligus, mereka juga merombak struktur teknis di balik pengembangan motor RS-GP.

Hasilnya? Sebuah kebangkitan yang mengejutkan, dengan Marco Bezzecchi tampil jadi tumpuan utama pabrikan asal Noale itu.

Dua Pembalap Baru, Tantangan Besar untuk Aprilia

Jelang musim baru, Aprilia menjadi satu-satunya tim yang mengganti kedua pembalapnya sekaligus.

Juara dunia bertahan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi masuk menggantikan Aleix Espargaro yang pensiun dan Maverick Viñales yang hengkang.

Namun, kondisi semakin sulit karena hanya ada Raul Fernandez (Trackhouse Racing) yang bertahan menggunakan RS-GP dari musim 2024 ke 2025.

Sayangnya, musim bersama Jorge Martin justru diwarnai cedera beruntun, kemudian konflik kontrak.

Di sisi lain, Bezzecchi justru menjadi pemimpin proyek Aprilia.

Tampil konsisten sebagai pembalap terbaik RS-GP sepanjang musim.

Bezzecchi meraih kemenangan perdananya bersama Aprilia di Silverstone dan tampil kuat di Assen, akhir pekan lalu, dengan dua podium.

Ketiga di Sprint dan kedua di balapan utama, hanya kalah dari Marc Marquez.

Sementara itu, Raul Fernandez yang sempat kalah bersaing dengan rookie Ai Ogura di awal musim, kini mulai menunjukkan perkembangan dengan tiga finis 10 besar berturut-turut, terakhir di posisi 8 di Assen.

Perubahan Besar di Balik Layar: Masuknya Otak Ducati

Tak hanya perubahan pembalap, Aprilia juga kehilangan direktur teknis Romano Albesiano yang pindah ke Honda.

Sebagai pengganti, Aprilia merekrut Fabiano Sterlacchini—mantan ahli teknis Ducati yang sebelumnya bekerja di KTM.

Massimo Rivola, Direktur Aprilia Racing, mengakui bahwa karakter RS-GP saat ini lebih agresif secara fisik.

“Motor ini sedikit lebih ‘fisikal’ dibanding yang biasa mereka kendarai. Lebih agresif dan sulit dikendalikan 100 persen,” ujar Rivola.

Namun, menurutnya, Sterlacchini dan timnya telah membawa proyek ke arah yang lebih halus dan bisa dikendalikan.

Di sektor aerodinamika, Aprilia unggul jauh dari pabrikan lain.

Jika ada satu aspek di mana Aprilia benar-benar unggul, itu adalah aerodinamika.

RS-GP dikenal dengan inovasi gila seperti fairing ground-effect sejak 2024 dan rear-seat fairing yang diperkenalkan pasca-tes Jerez, awal musim ini.

“Di sisi aero? Saya tidak ingin terdengar arogan, tapi saya rasa Aprilia adalah acuan di area itu,” ujar Rivola percaya diri.

Kini, dengan performa yang semakin membaik, banyak pihak mempertanyakan alasan Jorge Martin ingin hengkang ke Honda.

Mengingat Honda masih tertinggal dari Aprilia di putaran-putaran terakhir.

Editor : Imron Hidayatullahh
#maverick vinales #ktm #aprilia #Jorge Martin #Marco Bezzecchi #ducati #MotoGP