Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pecco Bagnaia Akui Sulit Ubah DNA Ducati GP25: Jadi Aku yang Harus Berubah

Imron Hidayatullahh • Kamis, 3 Juli 2025 | 23:04 WIB

Pecco Bagnaia, Rider Tim Ducati Lenovo. (Instagram/Pecco63)
Pecco Bagnaia, Rider Tim Ducati Lenovo. (Instagram/Pecco63)

Radar Jember  Fracesco Bagnaia menunjukkan performa kompetitif di Grand Prix Belanda, bahkan mencatatkan lap tercepat lomba.

Namun hasil akhirnya tetap sama seperti beberapa balapan terakhir: posisi ketiga.

Podium ketiga yang kini seperti jadi langganannya, kembali menghiasi akhir pekan Pecco, sapaan akrabnya, meski ia merasa sudah tampil dengan pace terbaik musim ini.

“Untuk pertama kalinya aku merasa punya kecepatan terbaik sepanjang akhir pekan. Tapi aku finis di posisi yang sama seperti biasanya,” ujar Bagnaia, dikutip Radar Jember dari laman GPOne.

Pecco mengaku bisa menyerang di awal balapan, tapi kemudian ada penurunan ritme di bagian tengah lomba sebelum bisa cepat lagi di akhir.

Ia juga tak menutup mata bahwa Marc Marquez tampil luar biasa di atas motor Ducati GP24, motor lama yang justru terasa lebih stabil dibanding GP25 milik Bagnaia.

“Marc melakukan pekerjaan fantastis dengan motornya. Aku berjuang untuk menemukan keseimbangan, padahal aku tahu betul bagaimana karakter motor tahun lalu,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah Marquez diuntungkan karena tak beralih ke GP25, Pecco menjawab singkat, “Ya.”

Sulitnya Mengendalikan GP25: Masalah Masuk Tikungan, Harus Ubah Gaya Balap

Assen adalah sirkuit dengan banyak tikungan berkecepatan tinggi dan transisi tajam.

Di situlah Bagnaia merasa paling kesulitan.

“Aku tidak bisa menghentikan motor di tempat dan cara yang aku mau. Aku harus membiarkan motor masuk sendiri ke tikungan, dan itu membuatku sering melebar, lalu kehilangan posisi saat harus akselerasi,” sesalnya.

Meski begitu, Pecco melihat adanya perkembangan—meski sangat lambat. “Kami membaik tikungan demi tikungan, tapi setelah 10 seri, kami masih di titik ini.”

Ketimbang mengubah motor secara ekstrem, Bagnaia memilih menyesuaikan diri.

“Sulit mengubah DNA motor, jadi aku mencoba mengubah pendekatanku. Kalau terlalu banyak ubah motornya, justru lebih mudah bikin kesalahan,” katanya.

Pecco berharap dalam dua atau tiga seri ke depan, ia bisa menemukan rasa nyaman dan kepercayaan diri penuh.

Masih Sulit Overtake

Momen krusial Pecco di Assen adalah ketika berhasil menyalip Pedro Acosta di paruh kedua balapan.

Tapi perjuangannya tidak mudah.

“Begitu aku mendekat ke pembalap lain, motor mulai banyak gerakan di depan, terkunci, understeer. Sulit memangkas jarak kalau pembalap di depan punya pace yang hampir sama,” jelasnya.

Meski begitu, podium tetap berhasil ia amankan.

Namun, untuk mengejar Marquez atau bahkan Bezzecchi, masih banyak yang harus diperbaiki.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Pecco Bagnaia #assen #Ducati Lenovo #marc marquez #Desmosedici GP 24 #MotoGP