ABU DHABI, Radar Jember - Islam Makhachev telah menjelma menjadi kekuatan utama di kelas ringan UFC.
Petarung asal Dagestan ini tak hanya membawa nama negaranya, tapi juga melanjutkan warisan mendiang Abdulmanap Nurmagomedov.
dialah sang mentor yang juga ayah dari Khabib Nurmagomedov, mantan juara tak terkalahkan UFC.
Lahir di Makhachkala, Dagestan, Makhachev tumbuh dalam budaya gulat yang sangat kuat.
Ia berlatih bersama Khabib sejak kecil dan berada di bawah bimbingan Abdulmanap.
Gaya bertarungnya pun mencerminkan dominasi kontrol, teknik gulat sambo, dan efisiensi tinggi khas petarung Dagestan.
Islam memulai debut di UFC pada 2015 dan hanya mengalami satu kekalahan dalam karier profesionalnya.
Sejak itu, ia merangkai kemenangan demi kemenangan, hingga akhirnya mengalahkan Charles Oliveira pada 2022 untuk merebut sabuk kelas ringan UFC.
Selain teknik tinggi, Makhachev dikenal dengan disiplin dan sikap rendah hatinya.
Ia jarang terlibat trash talk dan lebih memilih berbicara lewat performa di oktagon.
Sikap profesional ini membuatnya semakin disegani, bahkan oleh para rivalnya.
Makhachev juga tidak ragu menghadapi lawan dari berbagai latar belakang gaya bertarung.
Ia pernah mengalahkan jagoan striking seperti Alexander Volkanovski dan petarung spesialis BJJ seperti Oliveira, membuktikan bahwa dirinya adalah petarung yang komplet.
Sebagai juara bertahan kelas ringan, Makhachev kini menjadi incaran banyak petarung top, termasuk Kamaru Usman yang menyatakan keinginan untuk melawannya.
Meski belum ada konfirmasi, kemungkinan pertarungan ini sudah mulai menyita perhatian publik.
Dengan catatan impresif dan dedikasi tinggi, Islam Makhachev diyakini akan terus menorehkan sejarah baru di UFC.
Ia bukan hanya petarung hebat, tapi juga wajah baru dari dominasi Dagestan di dunia MMA.
Editor : Nur Hariri