Radar Jember - Padel adalah olah olahraga yang tengah populer, termasuk di tamah air.
Semakin populernya olahraga ini juga dipengaruhi oleh para pesohor yang ramai-ramai memainkan olahraga ini.
Padel tergolong olahraga baru yang mirip gabungan antara tenis dan squash.
Keunikan padel juga terletak pada raketnya yang tidak menggunakan senar.
melainkan terbuat dari bahan padat seperti busa.
Ditemukan secara Tak Sengaja di Meksiko
Siapa sangka olahraga padel yang kini digemari jutaan orang di seluruh dunia ternyata berasal dari Meksiko?
Tepatnya pada tahun 1962, di Puerto de Acapulco, seorang pengusaha kaya bernama Enrique Corcuera menciptakan versi mini dari lapangan tenis karena keterbatasan lahan.
Ia membangun lapangan berukuran 20x10 meter di halaman rumahnya.
Namun, permainan sering terganggu karena bola kerap tersesat ke rumah tetangga atau masuk ke semak-semak.
Solusinya, Corcuera membangun tembok setinggi 3 meter di sekeliling lapangan.
Inilah cikal bakal lapangan padel pertama dalam sejarah.
Dari Meksiko ke Eropa
Teman Corcuera asal Spanyol, Alfonso dari Hohenlohe-Langenburg, mencoba permainan itu saat berkunjung ke rumah Corcuera.
Ia langsung jatuh cinta dan membangun dua lapangan padel di Marbella Club Hotel pada tahun 1970.
Uniknya, lapangan ini menggunakan pagar kawat di samping, bukan tembok seperti versi aslinya.
Dari Spanyol, olahraga ini menyebar ke Argentina.
Seorang anggota klub tenis Marbella asal Argentina bernama Julio Menditeguy membawa padel ke negaranya pada 1975.
Pada masa awalnya, raket padel terbuat dari kayu.
Karena lapangannya kecil, kekuatan pukulan tidak terlalu dibutuhkan.
Justru, pantulan bola dari dinding menjadi daya tarik tersendiri dan menciptakan dinamika permainan yang unik.
Sayangnya, lapangan padel pertama milik Corcuera kini tinggal sejarah.
Setelah Corcuera wafat pada 1999, sang istri menjual rumah tersebut.
Pemilik baru mengubah lapangan bersejarah itu menjadi kolam renang.
Lebih Populer dari Tenis di Spanyol
Padel kini menjadi salah satu olahraga dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Menurut Federasi Padel Internasional (FIP), ada sekitar 25 juta orang yang aktif bermain padel di lebih dari 90 negara.
Di Spanyol, jumlah lapangan padel bahkan melebihi tenis, dengan lebih dari 20.000 lapangan yang beroperasi.
Lonjakan peminat juga terjadi di Swedia, Italia, dan Inggris berkat pembangunan lapangan yang masif.
Hanya untuk Permainan Ganda
Padel hampir selalu dimainkan dalam format ganda.
Artinya, setiap game dimainkan empat orang.
Ukuran lapangan yang kecil dan kecepatan permainan membuat permainan tunggal terasa tidak praktis.
Berbeda dengan tenis, hampir semua lapangan padel dirancang khusus untuk permainan ganda.
Raket Tanpa Senar
Raket padel pun berbeda, tidak memiliki senar.
Raket ini memiliki pegangan pendek, inti dari busa, dan permukaan dari fiberglass, karbon, atau graphene.
Ciri khas ini berasal dari raket kayu awal buatan Corcuera yang digunakan agar bola tidak terlalu melayang dan permainan tetap terkendali.
Cara Servis yang Unik
Satu hal lagi yang unik: servis dalam padel dilakukan secara underhand alias pukulan bawah dari setinggi pinggang.
Meski terlihat sederhana, servis ini justru memberi kontrol penuh pada pemain untuk mengatur kecepatan, arah, dan efek bola.
Editor : Imron Hidayatullahh