LAS VEGAS, Radar Jember - UFC 316 membawa hasil yang mengejutkan sekaligus mengguncang salah satu ikon baru UFC, Sean O’Malley.
Petarung flamboyan ini harus menyerahkan sabuk bantamweight miliknya kepada Merab Dvalishvili, usai pertarungan yang menunjukkan celah besar dalam permainannya.
O'Malley yang dikenal dengan striking mematikan dan gaya bertarung penuh percaya diri, justru tampak tidak berdaya ketika berhadapan dengan pendekatan taktis Dvalishvili.
Merab menggunakan wrestling pressure yang konsisten, mematikan jarak, dan tak memberi O'Malley ruang untuk bermain.
Alih-alih memaksakan gaya bertarungnya, O’Malley terlihat kehabisan akal saat harus menghadapi tekanan demi tekanan dari Dvalishvili.
Banyak yang mulai mempertanyakan apakah O’Malley — yang selama ini tampil spektakuler — bisa menghadapi lawan dengan gaya dasar gulat solid dan permainan kontrol tinggi.
"Dia memang cepat dan punya teknik striking bagus, tapi MMA bukan hanya soal pukulan," ujar salah satu analis UFC. “Melawan petarung seperti Merab, butuh lebih dari sekadar gaya.”
Dengan kekalahan ini, masa depan O'Malley sebagai bintang utama UFC mulai dipertanyakan.
Akankah ia bangkit dan belajar dari kelemahan yang terbuka lebar di UFC 316? Ataukah era 'Sugar Show' mulai meredup? (faq)
Editor : Nur Hariri