radar jember - Tijjani Reijnders menjadi salah satu gelandang terbaik milik Belanda musim ini.
Pemain keturunan belanda Indonesia ini pun juga jadi pilar inti dari AC Milan.
Reijnders sedang menikmati musim yang luar biasa, mencatatkan 15 gol di semua kompetisi sejauh ini.
Performa apiknya membuatnya terus dikaitkan dengan klub-klub besar, namun pemain asal Belanda ini baru saja menegaskan komitmennya bersama Rossoneri dengan menandatangani perpanjangan kontrak hingga tahun 2030.
Reijnders, apa maksud Anda pada hari Rabu (Kamis waktu Indonesia) ketika – setelah mencetak gol 3-0 – Anda pergi ke bawah Curva Sud (tribun pendukung Milan) dan menunjuk ke lambang Milan?
“Milan berwarna merah dan hitam karena Inter belum pernah mengalahkan kami musim ini. Kami menunjukkan apa yang bisa kami lakukan, dan (kemenangan) yang terakhir adalah yang terbaik dari lima derby yang telah dimainkan.”
Bisakah Anda menjelaskan apa arti selebrasi dengan tangan terbuka di bawah Curva?
“Itu adalah gambaran yang muncul di benak saya beberapa waktu lalu. Ketika saya di rumah, saya sering bercanda, dan jika ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai keinginan saya, saya sering berkata… ‘C’est la vie’, atau ‘inilah hidup’. Gerakan tangan saya itu merangkum motto saya, tetapi saya lebih suka melakukannya di lapangan setelah mencetak gol daripada ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan saya.”
Apa rahasia musim Anda sejauh ini, musim dengan 15 gol dan empat assist?
“Setiap pemain ingin mencetak gol dan memberikan assist kepada rekan satu timnya. Dulu saya sering berada di posisi untuk mencetak gol, tetapi saya tidak sekonkret (efektif) seperti sekarang.”
“Dalam beberapa bulan terakhir, saya banyak bekerja keras, saya telah berbicara dengan teman-teman dan keluarga, terutama dengan ayah saya, Martin, dan saudara laki-laki saya, Eliano Reijnders. Mereka telah membantu saya memahami cara membantu tim dengan permainan saya.”
Editor : M. Ainul Budi