Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukannya Gembira, Kepulangan Megawati Hangestri ke Indonesia Justru Diwarnai Kekecewaan dan Kontroversi, KOK BISA?

M. Ainul Budi • Rabu, 30 April 2025 | 02:55 WIB
Megawati Hangestri (Instagram @petrovoli_)
Megawati Hangestri (Instagram @petrovoli_)

Radar Jember - Keputusan Megawati Hangestri untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama Red Sparks memicu rasa kecewa mendalam di kalangan penggemarnya. 

Atlet voli asal Jember itu memilih pulang ke tanah air, yang semula disebut-sebut karena alasan kesehatan ibundanya.

Namun, dalam pernyataan terbarunya, Megawati justru menegaskan bahwa kondisi sang ibu saat ini dalam keadaan baik.

Ia bahkan menepis isu tersebut dengan berkata bahwa ibunya sama sekali tidak sakit.

Pernyataan ini sontak menimbulkan beragam spekulasi di tengah komunitas pendukungnya. Banyak yang bertanya-tanya, apa sebenarnya alasan di balik keputusannya untuk meninggalkan liga voli Korea, mengingat selama ini ia tampil mengesankan di Red Sparks.

Di sisi lain, beredar rumor yang menyebutkan bahwa Megawati menjadi korban tindakan rasisme dari rekan sesama pemain di KOVO, liga voli profesional Korea Selatan. 

Meski belum ada klarifikasi resmi mengenai isu tersebut, kabar ini semakin memperkeruh suasana hati para penggemar.

Kekecewaan terhadap KOVO semakin memuncak ketika organisasi pengelola liga tersebut mengumumkan daftar tujuh pemain terbaik musim ini. 

Nama Megawati Hangestri, yang selama musim ini menunjukkan performa luar biasa, sama sekali tidak masuk dalam daftar tersebut. Bahkan, ia juga tidak mendapatkan gelar Most Valuable Player (MVP) musim ini.

Padahal secara statistik, Megawati mencatatkan prestasi yang sangat mengesankan. 

Ia berhasil menjadi top skor musim ini dengan torehan 1.020 poin dan tingkat akurasi serangan sukses mencapai 46 persen. 

Angka ini membuktikan kontribusi besarnya di lapangan sepanjang musim berlangsung.

Alih-alih menerima penghargaan atas prestasinya, Megawati justru harus mengakhiri kompetisi dengan cedera lutut. Kondisi ini semakin membuat para penggemarnya berang.

Reaksi keras dari para penggemar Megawati pun tak terelakkan. 

Mereka ramai-ramai menyerukan aksi boikot terhadap KOVO, di antaranya dengan melakukan aksi unfollow massal terhadap akun media sosial federasi tersebut. 

Selain itu, banyak pula yang meminta agar Megawati tidak kembali bermain di liga Korea.

Kekecewaan para pendukung Megawati diwarnai oleh rasa ketidakadilan atas perlakuan yang mereka nilai tidak proporsional terhadap sang atlet. 

Meski demikian, Megawati tetap menunjukkan sikap profesional dan tidak mengumbar keluhan pribadi di hadapan publik.

Saat ini, masa depan karier Megawati Hangestri menjadi perhatian besar tidak hanya di kalangan penggemarnya, namun juga pecinta olahraga voli di tanah air. 

Dukungan moral pun terus mengalir untuknya, dengan harapan Megawati tetap mampu berprestasi, di manapun ia memilih untuk melanjutkan karier profesionalnya.

Penulis : Cintya Diyanti Utomo

Editor : M. Ainul Budi
#Megawati Hangestri #Red Sparks