Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kiprah Pevoli Asli Jember Ini yang Mendunia, Megawati Hangestri, Sang “Megatron” yang Menggebrak Dunia Voli Korea

M. Ainul Budi • Selasa, 29 April 2025 | 22:13 WIB
SAYANG IBUNDA: Megawati Hangestri bersama ibundanya ketika di wawancara para awak media di Pendopo Bupati Jember. (AINUL BUDI/RJ)
SAYANG IBUNDA: Megawati Hangestri bersama ibundanya ketika di wawancara para awak media di Pendopo Bupati Jember. (AINUL BUDI/RJ)

Radar Jember - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar bola voli, tidak hanya di Indonesia, namun juga di Korea Selatan. 

Pemain asal Jember, Jawa Timur, yang dikenal dengan julukan “Megatron”, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam dua musim bersama klub Red Sparks dalam kompetisi bola voli profesional Korea Selatan, V-League.

Kehadirannya di Negeri Ginseng bukan sekadar numpang lewat. 

Megawati tampil sebagai pemain kunci di lini serang Red Sparks dan kerap menjadi penentu kemenangan timnya. 

Bahkan, ia sempat mencatatkan rekor yang membuatnya menyaingi pemain legendaris voli Korea, yang sebelumnya dikenal sebagai “ratu voli”.

Prestasi Mega di lapangan rupanya sejalan dengan peningkatan nilai kontraknya. 

Pada musim pertamanya di V-League 2023/2024, ia menerima bayaran sebesar USD 100.000 atau sekitar Rp1,5 miliar. 

Jumlah itu meningkat signifikan pada musim berikutnya menjadi USD 150.000 (setara Rp2,4 miliar), menjadikan total penghasilannya dari gaji selama dua musim mencapai USD 250.000 atau sekitar Rp3,9 miliar.

Tak hanya itu, Megawati juga memperoleh berbagai bonus atas pencapaiannya. Ia dinobatkan sebagai MVP (Most Valuable Player) dua kali dalam satu musim, tepatnya pada putaran ketiga dan keempat V-League 2024/2025. 

Setiap penghargaan MVP memberinya bonus sebesar 2 juta won (sekitar Rp22 juta), sehingga total tambahan dari penghargaan itu mencapai Rp44 juta.

Federasi Bola Voli Korea (KOVO) juga memberikan insentif kemenangan pertandingan senilai 700.000 won (setara Rp7,9 juta) untuk setiap laga. 

Sebagai pemain utama, Megawati kemungkinan besar juga menerima bagian dari bonus pertandingan tersebut. 

Tak hanya di liga utama, Red Sparks juga tampil impresif dalam turnamen lain. 

Mereka menjadi juara di ajang pra-musim di Taiwan dan finis sebagai runner-up dalam kompetisi KOVO Cup 2024. 

Posisi tersebut mengantarkan tim pada hadiah uang sebesar 30 juta won (sekitar Rp352 juta), yang meski tidak dibagikan secara perorangan, namun pemain inti seperti Megawati diyakini turut mendapat bagian.

Keberhasilan Megawati tidak hanya tercermin di dalam lapangan. 

Popularitasnya di Korea Selatan meningkat pesat. 

Ia muncul dalam berbagai konten promosi, termasuk kampanye pariwisata Korea, dan kerap dibahas oleh para kreator YouTube lokal. 

Meskipun detail nilai kontrak iklannya tidak diumumkan secara terbuka, keterlibatannya dalam berbagai kegiatan komersial menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan yang memperkuat nilai ekonominya selama berada di Korea.

Dengan menggabungkan pendapatan dari gaji, bonus kompetisi, serta pemasukan dari iklan dan penghargaan pribadi, total kekayaan Megawati selama dua musim diperkirakan telah menembus angka lebih dari Rp4 miliar.

Saat ini, Megawati memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama Red Sparks. 

Ia memutuskan kembali ke Tanah Air untuk fokus pada pemulihan kondisi fisik pasca cedera serta menemani ibunda tercintanya.

 

Penulis: Cintya Diyanti Utomo

Editor : M. Ainul Budi
#Megawati Hangestri #Jember #Red Sparks #gresik petrokimia