radar jember - Tren negatif kembali menghantui Inter Milan. Pada laga lanjutan Serie A pekan ke-34, Nerazzurri harus mengakui keunggulan tamunya, AS Roma, dengan skor tipis 0-1 di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (28/4/2025) dini hari WIB. Kekalahan ini menjadi kekalahan ketiga beruntun bagi Inter, sebuah situasi yang kian memperumit perjalanan mereka di sisa musim.
Gol semata wayang dalam pertandingan ini dicetak oleh Gianluca Mancini pada menit ke-17. Berawal dari situasi bola mati, Mancini sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang Inter dan melesakkan bola ke dalam jala yang dijaga oleh Yann Sommer. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, membawa Roma pulang dengan tiga poin berharga.
Sejak awal pertandingan, Inter berusaha mengendalikan jalannya laga. Dengan dominasi penguasaan bola mencapai 65 persen, pasukan Simone Inzaghi mencoba menekan pertahanan Roma. Namun, meski mampu mengalirkan bola dengan baik, Inter kesulitan menembus pertahanan rapat Giallorossi yang dikomandoi oleh Mancini dan Chris Smalling.
Roma, di sisi lain, tampil efektif. Tim asuhan Daniele De Rossi itu lebih memilih bermain menunggu dan memanfaatkan serangan balik. Strategi tersebut terbukti ampuh. Dengan pressing ketat dan disiplin di lini belakang, Roma mampu meredam berbagai upaya Inter, yang tercatat hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.
Masuknya pemain-pemain segar seperti Marko Arnautovic dan Kristjan Asllani di babak kedua belum mampu mengubah keadaan. Beberapa peluang emas yang tercipta, seperti sundulan Lautaro Martinez dan tendangan keras Nicolo Barella, masih mampu digagalkan oleh Rui Patricio yang tampil gemilang di bawah mistar Roma.
Kekalahan dari Roma ini memperpanjang catatan buruk Inter. Sebelumnya, mereka sudah lebih dulu tumbang dari Sassuolo dan AC Milan. Tiga kekalahan beruntun ini merupakan yang terburuk sepanjang musim ini, sekaligus mengancam posisi mereka di klasemen.
Saat ini, Inter masih berada di puncak klasemen sementara Serie A dengan 86 poin dari 34 pertandingan. Namun, keunggulan mereka atas pesaing terdekat, AC Milan, yang kini mengoleksi 80 poin, menjadi semakin rentan. Dengan sisa empat laga, persaingan menuju Scudetto kembali terbuka lebar.
Pelatih Simone Inzaghi tak menutupi kekecewaannya usai pertandingan. Dalam konferensi pers, ia mengakui bahwa timnya tengah mengalami periode sulit. "Kami harus segera bangkit. Ini bukan saatnya mencari-cari alasan. Kami masih memimpin, tetapi kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal," ujarnya.
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Roma yang tengah berburu tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Dengan tambahan tiga poin, Roma kini mengoleksi 59 poin dan menempati peringkat kelima klasemen, hanya terpaut tiga poin dari Bologna di posisi keempat yang merupakan batas zona Liga Champions.
Daniele De Rossi pun memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. "Kami bermain dengan hati dan kedisiplinan tinggi. Mengalahkan Inter di kandang mereka bukanlah hal mudah. Ini membuktikan bahwa kami berada di jalur yang benar," kata De Rossi.
Bagi Roma, kemenangan atas Inter juga menjadi balasan manis setelah pada pertemuan pertama musim ini mereka kalah 0-2 di Stadio Olimpico. Kali ini, Roma tampil jauh lebih matang dan solid, mengandalkan kombinasi pengalaman dan energi muda di semua lini.
Bagi Inter, alarm bahaya sudah berbunyi. Selain tekanan dari AC Milan yang terus membayangi, mereka juga harus menghadapi jadwal yang tidak ringan. Dalam empat laga sisa, Inter masih harus bertemu dengan tim-tim seperti Lazio dan Atalanta yang dikenal merepotkan.
Di saat yang sama, AC Milan tengah dalam tren positif dengan lima kemenangan beruntun. Jika Nerazzurri tidak segera menemukan kembali performa terbaik mereka, bukan tidak mungkin impian mereka untuk mengunci gelar Serie A lebih awal akan buyar di pekan-pekan terakhir.
Kapten Inter, Lautaro Martinez, menyerukan semangat untuk bangkit. "Kami masih memiliki nasib di tangan kami sendiri. Kami harus tetap bersatu dan memenangkan setiap pertandingan tersisa," tegasnya.
Susunan Pemain
Inter Milan (3-5-2): Yann Sommer; Benjamin Pavard, Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries, Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Henrikh Mkhitaryan, Federico Dimarco; Lautaro Martinez, Marcus Thuram.
AS Roma (3-5-2): Rui Patricio; Gianluca Mancini, Chris Smalling, Evan Ndicka; Rick Karsdorp, Bryan Cristante, Leandro Paredes, Lorenzo Pellegrini, Leonardo Spinazzola; Paulo Dybala, Romelu Lukaku.
Editor : M. Ainul Budi