Radar Jember - Jakarta LavAni Livin’ Mandiri Transmedia kembali menjadi pusat perhatian di PLN Mobile Proliga 2025.
Tak hanya karena performa tangguh di lapangan, tetapi juga karena sinergi kuat antara pemain dan para pendukung setia mereka.
Salah satu nama yang mencuri perhatian musim ini adalah Dimas Saputra pemain opposite senior yang tampil konsisten dan menjadi senjata andalan LavAni di berbagai laga penting.
Kepulangan Dimas ke skuad LavAni musim ini menjadi salah satu kekuatan tambahan yang signifikan.
Sebelumnya, Dimas sudah lama dikenal sebagai salah satu pemain voli terbaik Indonesia. Ia punya reputasi sebagai opposite yang tajam, dengan serangan keras, cepat, dan akurat.
Kini, di bawah bendera LavAni, ia menunjukkan bahwa pengalamannya masih relevan di tengah persaingan tim-tim muda dan agresif.
Dalam beberapa laga awal, kontribusi Dimas terlihat jelas dalam pengumpulan poin-poin penting, baik melalui spike maupun blok yang solid.
Namun kehebatan Dimas dan tim LavAni tidak berdiri sendiri.
Energi besar mereka juga datang dari sisi tribun, dari ratusan bahkan ribuan suporter yang selalu hadir memberikan dukungan tanpa lelah.
Dalam salah satu laga melawan Surabaya BIN Samator di GOR Tri Dharma Gresik, sekitar 1.300 pendukung LavAni memadati venue.
Suasana saat itu lebih dari sekadar pertandingan; itu adalah festival dukungan, tempat di mana spanduk, yel-yel, dan sorakan menyatu membentuk atmosfer luar biasa.
Salah satu yang paling vokal di antara mereka adalah Indra Wahyudi, Ketua Badan Komunikasi Strategis DPC Partai Demokrat Surabaya, yang dikenal sebagai penggemar berat LavAni.
LavAni sendiri merupakan tim yang terbilang baru, namun sudah punya jejak prestasi luar biasa.
Didirikan oleh almarhum Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono, LavAni sudah mengantongi gelar juara sejak debut mereka.
Popularitas mereka pun meroket dengan cepat, tidak hanya karena prestasi, tetapi juga karena pendekatan mereka yang profesional dan kekeluargaan terhadap para fans.
Kombinasi kekuatan teknis dan semangat kolektif inilah yang menjadikan LavAni berbeda.
Dimas Saputra, sebagai pemain senior, menjadi penghubung antara generasi muda dan harapan besar LavAni untuk tetap berada di puncak.
Kehadirannya di tim bukan hanya sebagai mesin poin, tapi juga sebagai mentor bagi pemain-pemain muda yang kini mulai unjuk gigi.
Di tengah tekanan pertandingan dan panasnya persaingan final four, LavAni punya amunisi lebih dari sekadar taktik, mereka punya hati dari orang-orang yang percaya dan terus mendukung.
Dengan sisa musim yang masih menyisakan beberapa laga penting, LavAni tampak siap mempertahankan dominasinya.
Dan di balik setiap smash keras Dimas, selalu ada gema dukungan dari tribun yang menggetarkan lantai GOR.
Proliga 2025 menjadi lebih hidup bukan hanya karena skill pemain di lapangan, tetapi karena kisah cinta antara sebuah tim dan supporternya yang tak pernah lelah bersorak.
Penulis : Cintya Diyanti Utomo
Editor : M. Ainul Budi