radar jember - Setelah dua musim penuh warna di kancah voli profesional Korea Selatan, atau Liga voli Korea Selatan, Megawati Hangestri Pertiwi resmi menyudahi kiprahnya bersama Jung Kwan Jang Red Sparks.
Kabar ini tak hanya menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta voli nasional, tapi juga menyentuh hati ribuan fans Red Sparks yang telah menjadikan Megawati sebagai ikon tim mereka.
Lalu, ke mana langkah sang Megatron berikutnya?
Dua Musim, Banyak Cerita
Datang sebagai atlet Asia pertama yang membela klub Red Sparks, pevoli asli Jember itu tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga semangat dan energi baru dalam atmosfer tim.
Gayanya yang agresif di lapangan, ditambah sikap rendah hati di luar pertandingan, membuat ia dengan cepat meraih tempat di hati rekan tim dan pendukung klub.
Dalam dua musim, Red Sparks tak hanya menunjukkan peningkatan performa mereka juga berhasil menembus babak playoff V-League untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun.
Di balik keberhasilan itu, nama Megawati hampir selalu disebut.
Ia adalah motor serangan yang tak kenal lelah, andalan pelatih di saat genting, dan simbol ketangguhan di lapangan.
Namun, perjalanan itu harus berakhir bukan karena prestasi yang meredup, melainkan karena peraturan.
Federasi Voli Korea (KOVO) membatasi durasi kontrak pemain asing dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia, untuk hanya dua musim di satu klub.
Maka, meskipun Red Sparks dan para penggemarnya masih ingin mempertahankan Megawati, peraturan tak bisa dilanggar.
Perpisahan yang Emosional
Wajar jika kabar kepergian Megawati membawa rasa haru. Bahkan sang kapten tim, Yeum Hye Seon, sempat bercanda bahwa dirinya ingin “menyita paspor” Megawati agar bintang asal Indonesia itu tak bisa kembali ke negaranya.
Sebuah ungkapan spontan yang justru menunjukkan betapa besar arti Megawati di mata rekan-rekan setimnya.
Meski mengakhiri kisahnya di Korea, Megawati tak menunjukkan tanda-tanda akan beristirahat lama dari dunia voli profesional.
Justru sebaliknya, ia dikabarkan tengah mempertimbangkan beberapa tawaran dari klub-klub internasional yang tertarik memboyongnya.
Ada kemungkinan Megawati akan menjajal kompetisi Eropa yang dikenal memiliki level persaingan yang tinggi, baik secara teknis maupun fisik.
Pengalaman dan daya tahan mental yang ia bangun selama dua musim di Korea akan menjadi modal besar untuk menaklukkan benua biru.
Namun, bukan tak mungkin ia memilih kembali ke Indonesia untuk memperkuat tim lokal.
Mengingat namanya kini berada di puncak ketenaran, kembalinya Megawati ke Tanah Air bisa menjadi booster besar bagi perkembangan liga domestik, utamanya Proliga yang makin digandrungi publik.
Kini, dengan masa depan yang terbuka lebar, Megawati berada di titik balik penting dalam kariernya.
Pilihan yang akan ia ambil akan menentukan arah karier jangka panjangnya.
Bahkan momen pelatih Red Sparks yakni Ko Hee Jin tampak menangis saat melepas Megawati Hangestri di Bandara. Ko Hee Jin tampak berat melepas mantan pemainnya itu pulang kembali ke Indonesia.
Editor : M. Ainul Budi