Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Fakhri Husaini Beri Kursus Kepelatihan Lisensi D di Jember, Beri Pemahaman FIFA Expert’ Kembangkan Kurikulum Bagi Pelatih Berlisensi

Radar Digital • Rabu, 26 Februari 2025 | 13:15 WIB

FOKUS: Coach Fakhri Husaini menyampaikan materi pada hari ke-5 kursus pelatih sepak bola berlisensi D di Stadion Jember Sport Garden (JSG), kemarin (25/2). (YULIO/RJ)
FOKUS: Coach Fakhri Husaini menyampaikan materi pada hari ke-5 kursus pelatih sepak bola berlisensi D di Stadion Jember Sport Garden (JSG), kemarin (25/2). (YULIO/RJ)
 

 

 

AJUNG, Radar Jember - Askab PSSI Jember terus berbenah demi mencetak pelatih sepak bola berkualitas.

Salah satu langkahnya dengan mengadakan kursus kepelatihan berlisensi demi mencetak pelatih-pelatih kompeten.

Berbeda dengan kursus kepelatihan yang sebelumnya pernah diadakan. Kali ini PSSI telah memperbarui dan meningkatkan kurikulum kursus kepelatihan.

Askab PSSI Jember mendapat kesempatan dalam menerapkan kurikulum terbaru itu.

Bahkan, mantan pemain Timnas Indonesia era 1990-an dan pelatih Timnas U-19, Fakhri Husaini, turut menyampaikan materi.

Fakhri Husaini yang hadir sebagai instruktur kursus kepelatihan tersebut menjelaskan, PSSI telah menghadirkan ‘FIFA Expert’ untuk mengembangkan kurikulum khusus bagi pelatih berlisensi.

Meski finalisasi kurikulum masih memerlukan beberapa penguatan, namun modul terbaru sudah mulai diterapkan di Jember.

“Tiga materi yang baru dalam kursus ini, ada Law of the Game, Game Management, dan Safe Guarding,” ucapnya.

Sebaliknya, beberapa materi lama, seperti sesi festival, ditiadakan.

Hal ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan sepak bola modern.

Fakhri menjelaskan, sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pelatih pada sepak bola modern, PSSI juga melakukan perubahan pada jumlah peserta dalam kursus.

Dari sebelumnya 30 peserta, kini dibatasi menjadi 24 orang. Jumlah itu dinilai lebih ideal agar instruktur lebih optimal dalam mengawasi dan membimbing student coach.

Selain itu, jumlah asisten instruktur pun ditambah dari satu menjadi empat orang.

“Mereka berempat (para asisten pelatih, Red) ini telah mengikuti workshop di berbagai asprov untuk meningkatkan kompetensi. Nantinya mereka juga akan menjadi instruktur setelah lulus dari beberapa penilaian,” terang pelatih yang mengantarkan Timnas Indonesia menjuarai AFF U-16 itu.

Perubahan lain terjadi pada sistem pembelajaran. Jika sebelumnya para peserta lebih banyak mendengarkan instruksi, kini mereka dituntut untuk lebih aktif berdiskusi. Menggali ide serta menyampaikan gagasan.

“Istilah instruktur sekarang jadi coach educator. Jadi, lebih menekankan bahwa mereka bukan hanya pelatih, tetapi juga pendidik,” jelas pria yang kini sebagai Dirtek Akademi Deltras Sidoarjo itu. (yul/c2/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
#fakhri husaini #deltras #PSSI