Febriana, Pebulu Tangkis Ganda Putri Asli Jember Peringkat 9 Dunia
Pisah dengan Keluarga sejak 2013
Febriana Dwipuji Kusuma, satu-satunya atlet ganda putri Indonesia yang berlaga di HSBC BWF World Tour Finals 2024. Peraih medali emas dalam ajang SEA Games 2023 itu juga menjadi pebulu tangkis terbaik Asia Tenggara.
AZZQAL AZQIYA, Jember Lor - Radar Jember
DULU Jember pernah punya legenda bulu tangkis putra, bernama Ang Tjin Siang alias Muljadi yang pernah memperkuat Tim Thomas Indonesia sebanyak 4 kali (1964–1973). Kini, Jember punya Febriana Dwipuji Kusuma. Pebulu tangkis asal Jember yang sedang meniti jalan untuk menjadi legenda di jalur ganda putri. Perempuan kelahiran 2001 itu menjadi satu-satunya atlet ganda putri Indonesia, berpasangan dengan Amalia Cahaya Pratiwi, yang berlaga pada kejuaraan HSBC Badminton World Federation (BWF) World Tour Finals 2024 di Hangzhou, Tiongkok.
Walaupun gagal pada babak semifinal, permainan pasangan ganda putri senior peringkat sembilan dunia itu layak diapresiasi. Bukan tanpa alasan, teknik dan pola permainannya ternyata mampu membuat kewalahan lawannya. Termasuk dalam laga keduanya pada penyisihan grup B HSBC BWF World Tour Finals 2024, Febriana bersama pasangannya sukses menang telak atas ganda putri asal Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, dengan skor 21-15, 21-12.
Kepada Jawa Pos Radar Jember, Febriana mengakui kehebatan mantan nomor satu dunia ganda putri asal Jepang tersebut. Di game pertama, Febriana mencoba bermain cepat, tapi lawan bisa diantisipasi dengan baik. Di game kedua mengubah permainan, mencoba banyak memberikan variasi lob dan bermain lebih sabar. “Sayang memang, beberapa momen eksekusi terakhir kami kurang pas dan ada salah kontrol juga,” ujarnya saat pulang kampung dan berkunjung ke Alun-Alun Jember Nusantara, Rabu (18/12) siang.
Atas perolehan segudang prestasi dari berbagai kompetisi, termasuk SEA Games 2023 dan Australia Open 2024, Febriana tidak hanya mengharumkan nama Jember. Namun, juga nama Indonesia di kancah internasional.
Febriana adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dedikasi, apa pun bisa dicapai. Perempuan asal Kelurahan Kebonsari itu mengawali karir badmintonnya mulai kelas lima SD lewat Persatuan Bulu Tangkis (PB) Smash. Setelah lulus SD tahun 2013, Febriana terpaksa harus berpisah dengan keluarganya untuk bergabung dalam PB Djarum. Dari situ, dimulailah gejolak ketangkasan Febriana diasah. “Pisah dengan keluarga sejak 2013, bahkan sampai sekarang pun jarang pulang. Bagiku ini bagian dari perjuangan,” katanya.
Untuk menghilangkan rasa kangen kepada keluarga, dalam sehari Febriana tak pernah lepas untuk video call keluarganya di Jember. Bahkan sebelum tanding, tepatnya sudah masuk dalam GOR pertandingan, Febriana tak pernah lupa meminta doa kepada orang tua. Baginya itu hal yang wajib dilakukan sebelum laga dimulai. Sementara itu, ayahnya, Didik Tripuji Suharyadi, mengaku hanya memberikan pegangan agar Febriana tetap semangat, yaitu ikhtiar, ikhlas, tawaduk, dan sabar. (c2/dwi)
Editor : Radar Digital