RADAR JEMBER – Sejak akhir 2022, Timnas Indonesia mulai diperkuat oleh pemain-pemain keturunan yang memiliki darah Indonesia. Momen pertama kali mereka tampil bersama Timnas Indonesia terjadi pada Piala AFF 2022, yang juga menjadi ajang perkenalan bagi Jordi Amat, pemain keturunan pertama yang membela tim Garuda. Sayangnya, meskipun tampil cukup impresif, Indonesia hanya mampu mencapai semifinal setelah kalah dari Vietnam dalam perebutan tiket final.
Namun, sejak itu, PSSI berhasil membujuk sejumlah pemain keturunan lainnya untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia diperkuat oleh 15 pemain keturunan Indonesia. Angka ini bisa terus bertambah, mengingat PSSI tengah dalam proses naturalisasi Ole Romeny. Seiring dengan perkembangan ini, bukan tidak mungkin jumlah pemain keturunan yang membela Timnas Indonesia akan semakin banyak, seiring dengan peningkatan kualitas tim Garuda.
Dengan bergabungnya para pemain keturunan, Timnas Indonesia kini semakin kuat, dan hal itu mulai terlihat dalam hasil pertandingan. Misalnya, pada 19 November 2024, Indonesia sukses mengalahkan Arab Saudi 2-0. Kemenangan ini bukan hanya berarti bagi Indonesia, tetapi juga menjadi sejarah penting karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari 15 tahun, negara Asia Tenggara berhasil mengalahkan Arab Saudi.
Proses naturalisasi pemain-pemain keturunan ini memang dilakukan secara bertahap. PSSI tidak bisa melakukannya sekaligus karena beberapa pertimbangan. Berikut adalah timeline naturalisasi pemain keturunan Indonesia yang membela Timnas Indonesia:
- Desember 2022: Jordi Amat
- Juni 2023: Ivar Jenner, Rafael Struick, dan Shayne Pattynama
- September 2023: Sandy Walsh
- Januari 2024: Justin Hubner
- Materi 2024: Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, Ragnar Oratmangoen, dan Thom Haye
- Juni 2024: Calvin Verdonk
- September 2024: Maarten Paes
- Oktober 2024: Mees Hilgers dan Eliano Reijnders
- November 2024: Kevin Diks
Meskipun langkah ini mendongkrak kualitas tim, proses naturalisasi yang bertahap juga berisiko mengganggu keharmonisan atau chemistry antar pemain di dalam tim.
Chemistry Masih Jadi Tantangan
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Timnas Indonesia saat ini adalah membangun chemistry yang solid di antara para pemain. Meskipun kualitas individu para pemain meningkat pesat berkat bergabungnya pemain-pemain keturunan, proses untuk membentuk kekompakan tim tidaklah instan.
Karena pemain-pemain ini bergabung secara bertahap, Timnas Indonesia harus terus menyesuaikan strategi dan taktik setiap kali ada pemain baru yang datang. Setiap pemain harus mengenal gaya permainan rekan-rekannya, sementara pelatih juga perlu menyusun formasi yang dapat memaksimalkan potensi setiap pemain yang ada.
Namun, seiring dengan bertambahnya waktu dan pengalaman, chemistry antara para pemain tentu akan semakin terbentuk. Jika hal ini tercapai, Timnas Indonesia berpotensi menjadi tim yang lebih solid dan tangguh, baik dalam hal kerja sama maupun kekuatan kolektif. Ke depannya, dengan semakin banyaknya waktu bermain bersama, bukan tidak mungkin Timnas Indonesia akan lebih siap menghadapi lawan-lawan kuat di Asia dan dunia.
Editor : Radar Digital